Dua Pelaku Klithih Diringkus

SLEMAN – Ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam di Jogja bukan isapan jempol. Terbukti, aparat Polda DIJ menangkap dua pelaku klithih yang kedapatan memakai senjata tajam dalam beraksi Kamis (21/12).

Mereka diringkus sekitar pukul 02.30. Dari tangan keduanya, polisi menyita sebilah pedang. Panjangnya sekitar satu meter.
Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hadi Utomo menjelaskan keduanya ditangkap ketika hendak tawuran dengan kelompok lain. Keduanya, WAS, 19, dan TMA, 17, ditangkap di Jalan AM Sangaji, sebelah utara Tugu Jogja.

“Sebelum ditangkap keduanya sempat melukai orang lain,” jelas Hadi di ruang Direskrimum Polda DIJ.

Dia menjelaskan penangkapan keduanya berdasar laporan masyarakat. Keduanya dilaporkan melakukan penganiyaan terhadap orang lain menggunakan sajam.

Aksi tersebut dikenal dengan sebutan klithih. Setelah Tim Khusus Progo Sakti melakukan penyelidikan, terendus aksi tersebut dilakukan kelompok pemuda berandalan.

Keduanya, sebut Hadi mengaku berasal dari kelompok Vascal. Salah seorang dari pelaku masih pelajar di sebuah SMA di Kota Jogja.

Saat diintai polisi, kedua pelaku berkeliling melalui jalan-jalan protokol di Jogja menggunakan sepeda motor trail. Mereka mengayun-ayunkan pedang. “Lalu Ipedang itu) disimpan di bawah jok motor,” terangnya.

Pelaku bersama kelompoknya biasa melakukan kekerasan dengan senjata tajam. Mereka selalu melancarkan aksi pada dinihari ketika situasi sepi.

“Biasanya mereka keluar rumah setelah pukul 24.00,” kata Hadi. Keduanya terancam pasal 351 KUHP serta Undang-Udang Darurat 1/1951.

Hadi meminta orang tua dan masyarakat terus melakukan pengawasan terhadap setiap tindak kejahatan. “Jangan takut melapor kepada polisi bila ada yang mencurigakan,” kata mantan penyidik di Bareskrim Polri tersebut. (bhn/iwa/ong)