GUNUNGKIDUL – Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang tengah gencar mempersiapkan datangnya tahun politik 2019. Salah satu targetnya adalah mengamankan perolehan kursi di legislatif.
Sekretaris DPD PAN Gunungkidul, Anwaruddin mengatakan, target perolehan kursi legislatif terbanyak menjadi bukti keseriusan pengurus di daerah. Oleh sebab itu, beberapa strategi politik sedang disiapkan. Selain menyiapkan kader internal, pihaknya juga menyiapkan mantan kepala desa potensial untuk meraup suara di tahun politik.
“Kita tidak tertarik meminang mantan pejabat tinggi pemkab. Karena menurut penilaian kami, basis massa mereka tidak terlalu jelas. Justru para mantan lurah atau lurah yang masa jabatannya habis inilah yang memiliki kekuatan politik cukup riil di kalangan pemilik suara,” kata Anwarudin usai acara Temu Kader PAN Gunungkidul dengan Hanafi Rais dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Gunungkidul di Wonosari.
Kata dia, sejauh ini tahap awal komunikasi dengan kades maupun mantan kades telkah dilakukan secara intens. Meski diakui kader PAN yang ada sangat potensial namun rekruitmen eksternal tetap dijalankan.
“Dalam pemilu mendatang, menargetkan 100.000 suara dengan 11 kursi di DPRD Gunungkidul atau menjadi pemenang Pemilu 2019 ,” ujarnya.
Progres di lapangan, menurutnya pergerakan politik sudah sesuai dengan rencana di mana di setiap padukuhan, sudah ditempatkan minimal 5 kader. Kader tingkat padukuhan nantinya menjadi ujung tombak dalam meraup suara hingga ke tingkat bawah. “Target berat dan harus diikuti dengan kerja berat di semua lini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPW PAN DIJ, Nazzarudin mengatakan, mesin partai di Gunungkidul merupakan salah satu daerah dengan tingkat kinerja terbaik. Pihaknya berkeyakinan, dengan kerja keras dan kekompakan, wilayah ujung timur Provinsi DIJ menjadi lumbung suara bagi PAN.
“Gunungkidul memenuhi semua aspek untuk menjadi wilayah yang sangat potensial bagi PAN untuk menang. Jaringan partai sudah sampai di tingkat TPS, struktur kelembagaan di tingkat kelurahan solid, hingga ketersediaan kader yang memadai,” kata Nazarudin. (gun/ong)