GUNUNGKIDUL – Tim SAR Koordinator Wilayah II Gunungkidul mengingatkan wisatawan agar berhati-hati selama liburan. Faktor kemananan harus diperhatikan, karena selama ini sudah banyak korban berjatuhan.
“Ribuan orang telah menjadi korban, diantaranya meninggal dunia,” kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono, Minggu (25/1).
Dalam upaya menjaga keamanan wilayah pantai saat musim libur Natal dan Tahun Baru dilakukan pengamanan ekstra. Pihaknya mendapatkan bantuan baik alat maupun personil dari Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) DIJ dan Badan SAR Nasional (Basarnas).
“Memperoleh pinjaman satu kapal pengamanan dari BPBD DIJ. Dari Basarnas membantu pengamanan 10 personil dan dua jetski,” ujarnya.
Dua unit kapal disiagakan di Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari. Kemudian dua jetski milik BASARNAS siaga di Pantai Pulangsawal (Pantai Indrayanti. Pengamanan dua pantai tersebut menjadi prioritas lantaran memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. “Pantai Baron dan Pulang Sawal paling ramai,” ucapnya.
Tambahan bantuan peralatan maupun personil pengamanan diharapkan bisa memudahkan regu penyelamat untuk bergerak cepat mengendalikan kecelakaan laut. Dengan demikian hal-hal yang tidak diinginkan bisa segera ditangani.
“Belum lama ini tiga korban mengalami kecelakaan laut di Pantai Drini (Kecamatan Tanjungsari). Wisatawan ini tampaknya tidak menghiraukan imbauan petugas hingga akhirnya tergulung ombak. Korban berhasil diselamatkan,” terangnya.
Sementara itu, Sekertaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, tercatat hingga pukul 13.00 kemarin jumlah pengunjung pantai masih sepi. Pihaknya mengingatkan kepada pengunjung untuk berhati-hati selama liburan.
“Korban sudah banyak, jangan sampai menjadi korban berikutnya,” kata Surisdiyanto.
Untuk mengingatkan, jumlah kecelakaan laut di Gunungkidul masih tinggi. Di 2015, terdapat 87 kasus. Sementara tahun 2016, terdapat 78 kasus. Sampai Juni 2017, 35 kejadian. Diantaranya tidak tertolong dan ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Mereka sudah kami peringatkan, namun ada saja wisatawan masih kurang peduli dengan keselamatan. Kalau sudah terjadi laka, baru mereka sadar, tetapi sudah terlambat,” sesalnya. (gun/ong)