JOGJA – Halaman Balai Desa Condongcatur dipadati masyarakat yang menyaksikan pagelaran wayang kulit Ki Seno Nugroho semalam suntuk dengan lakon “Gatotkaca Sungging”. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Condongcatur Art Fectival 2017 (CCAF#2) memperingati HUT ke-71 Condongcatur.

“Dengan adanya wayang kulit di HUT Concat, dapat melestarikan seni dan nilai budaya sehingga antusiasme warga bisa kita arahkan ke gerakan budaya,” ujar Kepala Desa Condongcatir Reno Candra Sangaji saat ditemui di Balai Desa Condongcatur, Sabtu (23/12).

Reno mengatakan, dengan adanya pagelaran wayang kulit dapat mengingatkan kembali budaya Jawa yang penuh filosofi. Oleh karena itu pihaknya mengundang seluruh lapisan masyarakat Desa Condongcatur dan sekitarnya. Pesan moral dan religi juga disampaikan dengan mengundang Kiai Burhanudin yang membawakan tausiyah, serta limbukan hiburan di sela-sela wayang oleh Dalijo yang menjadi bintang tamu spesial.

NGURI-URI KABUDAYAN: Dari kiri, Camat Depok Joni Suhartana, Dalang Ki Seno Nugroho, Kades Condongcatur Reno Candra Sangaji, Sekretaris Desa Sugiyono, Kasi Pemerintahan Kuwat, berfoto bersama sesaat sebelum pementasan wayang (25/12).

Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara, Camat Depok Joni Suhartana, Muspika Depok, tokoh-tokoh budaya dan agama, dan perangkat desa.

Dalam sambutannya, Reno memberikan dana pembinaan kelompok seni budaya desa rintisan budaya kepada berbagai paguyuban dan kelompok UKM. Besarannya masing-masing Rp 1 juta, di antaranya bregada empat kelompok, jathilan tiga kelompok, jemparingan satu kelompok, dan karawitan dua kelompok.

Ketua Panitia HUT Concat Al Thouvik Sofisalam menjelaskan, pagelaran wayang dikoordinatori perangkat desa Concat yang sudah dipersiapkan sejak satu tahun lalu untuk pematangan konsep. Terbukti, dengan kesukesan dari setiap acara yang dilaksanakan.

Selain pagelaran wayang kulit juga diadakan malam tirakatan bersama di Pendopo Balai Desa Condongcatur, Senin (25/12). Mengusung tema “Condoncatur Menuju Sleman Smart Regency” dengan pembicara Rahmat Taufik dari STIMIK Amikom Jogjakarta.

Selasa (26/12) diadakan kirab dan upacara bregada terkait bergabungnya empat kelurahan lama dari Manukan, Gorongan, Gejayan dan Kentungan, atas maklumat Sultan HB X.

“Di masa pemerintahan kali ini, kami memang melibatkan peran masyarakat supaya ada rasa kepemilikan terhadap Desa Condongcatur,” ujar Sugiyanto, Carik Concat. (mg9/laz/ong)