SLEMAN – Suasana di area parkir Merapi Park Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (1/1) tampak heboh. Sebuah mobil Mazda Astina 1991 terbakar. Kebakaran diduga berasal dari konsleting listrik ditambah bocornya tangki bahan bakar. Keempat penumpang sempat dievakuasi warga meski sempat mengalami syok.

Salah satu penumpang Sugiyanto,60, menuturkan awal mula kejadian ketika anaknya Faridz Kurniawan, 23, menyalakan kendaraan. Tiba-tiba dari arah kap mobil meletup api dan langsung membakar kendaraan dalam hitungan menit.
“Waktu saya masuk sempat mencium bau bensin. Saya kira biasa, soalnya memang kadang bau bensin. Tiba-tiba saja meletup dari arah depan,” jelasnya ditemui di Kantor Polsek Pakem.

Terlambatnya pemadaman, membuat mobil berwarna merah dengan nomor polisi AD 7756 LB itu hangus terbakar. Awalnya petugas parkir menggunakan air yang ada. Selang beberapa waktu datang alat pemadam portabel dari Museum Gunungapi Merapi.

Mobil pemadam kebakaran Pemkab Sleman juga datang terlambat karena area sekitar macet. Maklum saja, kawasan tersebut merupakan kawasan wisata Gunung Merapi. Bahkan kemacetan terpantau dari jalan masuk menuju MGM.

“Kejadiannya cepat, begitu distarter langsung blup keluar api. Padahal paginya sudah saya cek tapi tidak ada yang rusak,” ujarnya.

Salah satu saksi Supriyanto,40, menuturkan api berasal dari arah bawah.Bersama warga dirinya berinisiatif mengevakuasi mobil di sekelilingnya. Setidaknya ada tiga mobil yang diselamatkan karena posisinya berdekatan.
“APV didorong, sementara dua mobil lain, Inova dan Kijang kapsul harus pecah kaca karena direm tangan. Memang sempat tercium bensin di mobil merah itu,” katanya.

Kapolsek Pakem Haryanta mengungkapkan, kejadian terjadi sekitar pukul 14.11. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) karena adanya konsleting listrik dan kebocoran tangki bahan bakar. Meski api cepat berkobar namun tidak ada korban dalam kejadian ini.

Dia pun memberikan catatan. Pertama, pemilik kendaraan harus mengecek kendaraan sebelum berpergian. Selanjutnya bagi pengelola parkir dan wisata harus menyediakan alat darurat termasuk tabung pemadam.

“Periksa sebelum berpergian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya juga menghimbau agar tata parkir dioptimalkan, jangan sampai jarak terlalu dekat baik dengan mobil atau objek lainnya,” katanya. (dwi/ila/ong)