CREATIVE market sedang jadi obrolan anak muda Jogja. Isinya nggak cuma brand-brand nasional. Ada juga brand asli Jogja.

Banyak barang dijual. Mulai produk fashion, make-up, sampai makanan. Kegiatan nggak hanya jual beli. Ada juga workshop sampai band dengan musisi Jogja maupun nasional.

Exposure merupakan event bertemakan creative market Digelar oleh mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM.

Event ini bagian dari Manajemen’s Event 2017. Exposure merupakan event pertama yang memotori creative market di Jogja.

“Sebenarnya Exposure itu wadah untuk melihat potensi bisnis di Indonesia. Sekaligus menebarkan awareness kalau brand lokal dan nasional itu ada,” kata Project Manager Exposure Abdan Syakuro.

Exposure sudah eksis sejak 2014. Berawal dari inspirasi bahwa Plaza FEB UGM sedang ada pameran kewirausahaan.

“Waktu itu berpikir kalau semisal diadakan di mall dengan konsep dan persiapan yang matang pasti bakalan bagus,” kata Abdan.

Exposure berawal dari inisiatif meningkatkan persaudaraan antara mahasiswa FEB UGM. “Mempersatukan anak manajemen karena event ini FEB UGM secara keseluruhan,” ungkap CEO Management’s Event 12 Pandito Katon.

Exposure digarap selama sembilan bulan. Diadakan sekitar Mei selama tiga hari. Pada 2017 menjadi tahun yang sedikit menantang karena creative market semakin banyak.

“Kami tetep bertahan di tengah banyaknya event yang senada. Respons masyarakat positif banget dan kami semangat menggarapnya,” ucap Project Director Management’s Event 12 Halin Pandurattri.

Mereka memberikan gambaran jika bisnis maju karena ada orang hebat di dalamnya. Meberikan pancingan bahwa nggak ada salahnya berbisnis berapapun usianya. (sde/iwa/mg1)