SEIRING penataan kawasan Malioboro, dengan mengubah pintu masuk kantor Gubernur DIJ Kompleks Kepatihan Jogja ke arah selatan, Jalan Suryatmajan diberlakukan menjadi dua arah. Perubahan tersebut juga untuk mengurangi kepadatan di Jalan Malioboro.

Menurut Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Windarto, sebenarnya kapasitas maksimal Jalan Malioboro 3.000 kendaraan per jamnya. Tapi kenyataannya jumlah kendaraan yang lewat bisa lebih dari itu. Oleh karena itu, untuk mengurangi kepadatan Jalan Malioboro, pintu barat Kepatihan ditutup untuk semua kendaraan.

“Untuk kenyamanan bersama pegawai di Kepatihan diarahkan lewat Jalan Suryatmajan, Malioboro hanya untuk wisatawan. Mulai besok (hari ini),” ujarnya Selasa (9/1).

Tapi, lanjutnya, jalan dua arah tersebut hanya dari ujung timur Jalan Suryatmajan hingga depan pintu masuk Kepatihan.

“Tidak tembus ke barat sampai Malioboro, hanya sampai depan pintu masuk Kepatihan saja,” imbuh Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Golkari Made Yulianto.

Dampaknya parkir yang ada di sepanjang Jalan Suryatmajan juga diatur kembali. Sesuai kesepakatan, parkir di Jalan Suryatmajan yang hanya diperbolehkan untuk mobil akan ditempatkan di sisi timur pintu keluar Kepatihan Jogja dengan sudut parkir 0 derajat atau sejajar jalan. Serta di sisi barat pintu masuk dengan sudut parkir 45 derajat.

“Delapan juru parkir resmi Dishub sudah disosialisasikan dan sudah ada pembagian lokasi parkir,” tuturnya.

Golkari mengatakan, uji coba akan dilaksanakan hingga tiga hari ke depan, tapi setelah itu pemberlakuan dua arah akan tetap dijalankan. Menurut mantan Kepala Bidang Objek Wisata Dinas Pariwisata Kota Jogja itu selama masa uji coba akan dipantau terkait penataan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).

“Akan kami lihat saat berangkat dan pulang kerja seberapa padat kendaraan yang lewat,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Polresta Jogja Iptu Marijo menambahkan, untuk pengaturan arus lalu lintas yang dari arah Jalan Mataram dilarang berbelok langsung ke barat. Tapi diarahkan melalui pintu timur Kepatihan Jogja. Begitu pula untuk arus keluar di pintu timur Kepatihan, hanya diperbolehkan ke utara.

“Selama masa uji coba ini bagi pelanggar masih kami beri teguran dan imbauan,” ungkapnya. (pra/ila/mg1)