JOGJA – Stabilisasi harga beras di Kota Jogja sudah dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja dengan menggelar operasi pasar beberapa waktu lalu. Tapi, di sejumlah pasar Kota Jogja harga beras diketahui masih mengalami kenaikan.

“Pengakuan dari pedagang harga (beras) tinggi sudah sejak dari tengkulak,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Jogja Sri Harnani ketika ditemui di Balai Kota, Rabu (10/1).

Dari hasil pantauan di pasar, kenaikan harga beras terjadi pada beras jenis premium seperti C4. Kenaikan beras itu berkisar Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogram. Sedangkan beras jenis IR 1 dan IR 2 harganya cukup stabil sekitar Rp 11.000 per kilogram.

Nanik, sapaannya, menambahkan, dari hasil koordinasi dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diketahui stok beras di DIJ masih mencukupi. Bahkan minggu lalu, bersama Bulog juga sudah melakukan operasi pasar. Tapi dalam waktu dekat ini, Nanik belum bisa memastikan apakah operasi pasar akan dilakukan kembali.

Nanik memperkirakan kenaikan harga beras awal tahun ini dikarenakan faktor cuaca yang memasuki musim hujan dan belum memasuki masa panen. Kebutuhan beras di Kota Jogja saat ini dipasok dari Bantul, Kulonprogo serta Klaten dan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut Nanik, biasanya setiap akhir tahun ke awal tahun berikutnya ada kecenderungan harga beras naik karena belum panen. “Tapi sebentar lagi mulai panen,” tuturnya.

Sebelumnya Kepala Perum Bulog Divre DIJ Miftahul Ulum mengatakan, stok beras di DIJ pada Desember 2017 lalu mencapai 7.000 ton untuk kebutuhan beras subsidi. Jumlah tersebut diyakini cukup hingga dua bulan ke depan. (pra/ila/mg1)