Warga Padukuhan Serpeng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, kembali dibuat heboh dengan fenomena alam. Ya, Luweng Blimbing di desanya yang sebelumnya tergenang sejak banjir besar akhir November lalu, tiba-tiba airnya hilang.

Warga setempat, Suharto, mengatakan, pasca banjir bandang luweng dipenuhi air dan digunakan sebagai objek wisata. Namun saat hujan deras datang dalam beberapa minggu terakhir, genangan air itu mendadak hilang.

“Sebelumnya air memenuhi cekungan luweng. Namun pada Minggu lalu sekitar pukul 16.00, air mendadak habis. Cepat sekali hilangnya,” kata Suharto kepada Radar Jogja Senin (22/1).

Lubang Luweng Blimbing yang diperkirakan berdiameter 300 meter dengan kedalaman kurang lebih 60 meter, sekarang nyaris kering kerontang. Suasana di sekitar lokasi cukup hening, ketika suara air yang jatuh ke dalam kubangan terdengar jelas.

“Selain airnya habis, sisi timur luweng juga mengalami longsor sehingga lubang melebar,” kata Wartinah, warga lainnya.

Wartinah baru menyadari air surut pada saat beristirahat seusai memanen kacang di ladangnya. Suara gemuruh air yang masuk ke dalam lubang di dasar luweng juga membuatnya ketakutan.

“Suaranya itu seperti gempa bumi. Airnya masuk ke dalam lubang di dasar luweng. Lalu, airnya tiba-tiba habis. Saya heran dan ketakutan saat itu,” ucapnya.

Kades Pacarejo Suhadi mengimbau warga sekitar dan pengelola wisata untuk waspada ketika beraktivitas di sekitar luweng. Selain tidak ada pengaman permanen, pasca-kejadian belum ada penelitian lebih lanjut.

“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul agar ditindaklanjuti fenomena alam ini,” kata Suhadi.

Sebelumnya, pemerintah desa juga telah memintatenaga ahli melalui BPBD saat luweng itu amblas beberapa waktu lalu. Hanya saja belum ada respons atau tanggapan. Langkah demikian dilakukan karena desa terbatas dengan anggaran. “Oleh sebab itu kami mengadu ke BPBD,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, di wilayahnya ada belasan luweng. Pihak desa mengupayakan untuk normalisasi, agar tidak terjadi banjir seperti beberapa waktu lalu. (laz/mg1)