JOGJA-Menanggapi kasus pelecehan seksual di Gunungkidul , psikolog keluarga Galuh Setia Winahyu menilai perbuatan pelaku sebagai sebuah kesengajaan. Bukan sekadar iseng. Sebab, pelecehan seksual merupakan tindakan yang didasari keinginan pelaku untuk melakukannya.

“Seksual merupakan kebutuhan mendasar setiap orang. Tersangka melakukan itu (pelecehan seksual, Red) karena ada dorongan, namun tidak bisa mengontrolnya,” jelasnya. “Pelaku nekat dan berani meski di tempat umum. Makanya ini tak bisa dikatakan iseng,” tegas Galuh.

Dari kaca mata psikologi, lanjut Galuh, tindakan pelecehan seksual dilakukan pelaku dengan kesadaran. Bahkan, bukan tidak mungkin pelaku sadar akan risiko atau konsekuensinya. Seperti dalam kasus tersebut, tersangka sadar dengan kondisi jalan yang sedang sepi untuk melancarkan aksinya.

Selain korban, lanjut Galuh, pelaku juga perlu mendapatkan pendampingan. Agar tak mengulangi lagi perbuatannya ketika dia bebas. Selain tentu saja hukuman berat bagi pelaku sebagai efek jera.(ita/yog/ong)