MAGELANG – Untuk bisa menangkap peluang kewirausahaan, harus bisa membaca peluang di pasar. Mengikuti tren yang sudah ada, tidak menjamin keberhasilan usaha. Keberanian untuk tampil beda dari yang lain, disertai usaha yang tekun merupakan kunci keberhasilan sebuah usaha.

“Keberhasilan dan kegagalan merupakan satu paket yang harus dihadapi seseorang yang memulai sebuah usaha. Sehingga ketahanan untuk menghadapi kegagalan demi kegagalan juga harus dimiliki seorang calon pengusaha,” jelas Rangga Almahendra, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada (FEB UGM) kemarin.

Ia menyampaikan itu saat kuliah umum bertema “Entrepreneurial Practice is the Key Strategy to Survive in the Changing World” di Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM). Acara ini diikuti 278 mahasiswa semester 1 dari Prodi Manajemen dan Akuntansi.

Rangga merupakan penulis kedua novel best seller “99 Cahaya di Langit Eropa “dan “Bulan Terbelah di Langit Amerika”. Saat ini Rangga bersama istrinya, Hanum Salsabila Rais, tengah menyelesaikan novel terbaru yang hampir dirilis, yakni “Faith and the City”.

Dalam kuliah umum yang berlangsung 2,5 jam itu, Rangga yang juga pendiri situs platform Kuliah Hak Segala Bangsa (KHSB) menjelaskan, seorang mahasiswa harus memiliki manfaat bagi masyarakat. Hidup itu bukan tentang menggapai prestasi saja.

“Sebagai mahasiswa kita sudah seharusnya tidak berhenti pada ijazah. Tapi lebih dari itu, yaitu sebagai penyelamat umat,” jelas Direktur ADi TV tersebut.

Kuliah umum itu digelar usai penandatanganan MoU, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Magelang bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang. Penandatanganan MoU yang diadakan di Auditorium Kampus 1 UM Magelang ini dilakukan antara Kepala Dispermades Sujadi dengan Dekan FEB Marlina Kurnia, disaksikan Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo.

Sujadi mengaku kerja sama antara UM Magelang dan Dispermades merupakan momen yang sudah ditunggu Dispermades. Terlebih sekarang ini dana desa yang diperoleh Kabupaten Magelang mencapai Rp 300 miliar.

Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo juga mengatakan, pemanfaatan dana desa harus dikelola dengan baik. Melalui FEB sebagai pendamping pengelolaan dana desa di setiap desa, agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan desa.

Ia juga menyampaikan bahwa UM Magelang sudah bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Magelang melalui beberapa fakultas. Seperti program kesehatan desa, desa melek teknologi, trauma healing, dan pendidikan TPA. (ady/laz/mg1)