Seiring berkembangnya teknologi dunia penerbangan, kebutuhan tenaga profesional terkait juga semakin meningkat. Berbagai instansi perguruan tinggi yang bergerak di bidang kedirgantaraan pun ikut meningkatkan kualitas lulusannya. Salah satunya Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogjakarta.

“Oleh karena itu program studi (prodi) kami juga memenuhi apa yang dibutuhkan lapangan. Kurikulum yang diajarkan juga dibuat untuk membentuk lulusan yang profesional,” ujar Ketua STTKD Udin Kurniadi SE, MM saat ditemui di kampusnya, Jalan Parangtritis 4,5 Jogjakarta, Rabu (31/1).

STTKD sendiri mempunyai enam prodi unggulan yaitu S1 Teknik Dirgantara, D4 Manajemen Transportasi Udara, D3 Manajemen Transportasi, D3 Aeronautika, D1 Pramugadi, dan D1 Ground Handling. Pada setiap prodi para taruna/taruni diajarkan mata kuliah yang berbobot dengan sumber daya manusia (SDM) yang profesional di bidangnya.

Seperti pada prodi S1 Teknik Dirgantara, dalam unit pelaksanaan mendukung pusat kedirgantaraan di bidang analisis dan perancangan pesawat Ummaned Aereal Vehide (UAV) dan maintenance pesawat terbang. “Dalam prodi ini kami mempersiapkan lulusan yang mampu menjadi konseptor dan pembuat sistem dalam bidang rangka pesawat terbang, serta mampu menganalisis perawatan pesawat terbang,” ungkap Udin.

Sedangkan dalam prodi D4 Manajemen Transportasi Udara taruna/i diberikan materi tentang airways, perangkat pendukung, dan fasilitas penerbangan dengan empat konsentrasi jurusan (pramugari, ground service, airport operasinal, dan manajemen perusahaan). Taruna/i akan menjadi manager yang mampu diandalkan dari beberapa perusahaan penerbangan.

Taruna/i juga dapat memilih jurusan D3 Aeronautika untuk mempelajari tentang teknik pesawat dengan tiga keilmuan yaitu, avionic, aircraft airframe, dan aircraft powerplant. Dalam prodi ini, STTKD akan mencetak teknisi profesional yang mampu bekerja di bidang mekanik dan enginer pesawat terbang, manager, entrepreneur, peneliti atau instruktur tenaga pengajar.

“Teknisi ini sedang banyak dibutuhkan di lapangan. Perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan masih sangat banyak, namun teknisinya minim sekali. Ini menjadi peluang bagi lulusan STTKD untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut Udin menjelaskan, dalam prodi D3 Manajemen Transportasi STTKD membentuk tenaga terampil tingkat menengah yang akan bekerja di perusahaan industri jasa penerbangan. Antara lain, perusahaan pengelola bandara, perusahaan penerbangan, perusahaan jasa ground handling, biro jasa perjalanan, perusahaan jasa kargo udara, dan perusahan pemerintahan.

Dua prodi terakhir hanya berlangsung selama satu tahun studi yaitu D1 Pramugari dan Ground Handling. STTKD menjadi satu-satunya pendidikan pramugari dengan izin penyelenggaraan dari Kemenristek Dikti. Meluluskan ahli pratama yang mampu, terampil, dan profesional sebagai awak kabin dengan dibekali ilmu yang diakui oleh Ditjen Perhubungan Udara.

Sedangkan pada prodi D1 Ground Handling, STTKD mencetak lulusan dengan ilmu dan keterampilan dalam rangka mempersiapkan keberangkatan dan kedatangan penumpang, bagasi, cargo, dan mail. Lulusan dapat bekerja pada perusahaan penerbangan, cater pesawat terbang, ground handling service, tour dan travel, dan sebagainya. (ita/laz/mg1)