JOGJA – Puluhan polisi melakukan razia terhadap pelajar SMA Muhammadiyah 7 Jogja Rabu (31/1). Razia dilakukan sebagai buntut diamankannya puluhan pelajar, pelaku pengerusakan terhadap rumah dan kendaraan pada Senin malam (29/1).

Sekitar pukul 12.30 WIB, puluhan polisi bergerak. Lima polisi untuk masing-masing kelas.Tas dan handphone siswa jadi sasaran pemeriksaan. Mereka juga memeriksa bagasi motor milik siswa, termasuk kelengkapan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi (SIM).

Humas SMA Muhammadiyah 7 Muryadi mengaku terkejut dengan razia ini. Dia kaget yang datang jumlahnya sebanyak itu. “Kami akan sulit mengembalikan nama baik,” kata Muryadi di kantornya.

Diakui, sebelumnya Polresta memang telah memberi kabar adanya razia. Namun, dia tak mengira jumlah personel yang diterjunkan di luar prediksi.

Saat disinggung soal keberadaan siswa yang terlibat tindak kriminal, dia mennganggap eristiwa itu menjadi tanggung jawab orang tua. Karena peristiwa tersebut terjadi saat di luar jam sekolah. “Sudah sepenuhnya anak menjadi tanggung jawab orang tua,” katanya.

Menurut dia imbauan dan program penanggulangan kenakalan pelajar sudah diberikan melalui guru bimbingan dan konseling. Bahkan, sekolah sudah bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk menjaga keaman saat jam pulang.”Kami sudah menasihati macam-macam. Kadang pengaruh teman-teman yang ada diluar, bisa menyeret pelajar,” jelasnya.

Seperti diketahui, dari 28 pelajar yang diamankan, sebagian besar merupakan pelajar dari sekolah yang terletak di Jalan Kapten Piere Tendean itu. Terkait penahanan pelajar, Muryadi enggan berkomentar. “Yang ngurusin bagian kesiswaan,” katanya.

Kabag Humas Polresta Jogja Partuti Wijayanti menyatakan sasaran dari razia yakni keberadaan senjata tajam, miras, obat-obatan dan benda yang membahayakan. “Hasil razia nihil tidak ditemukan adanya benda membahayakan dan obat terlarang,” jelasnya.

Terkait 28 pelajar yang diamankan pada Selasa (30/1), Partuti menyebut tengah dalam proses penyidikan. Partuti mengaku belum mendapat informasi terkait penetapan tersangka. “Intensif diperiksa kemarin, jumlah yang diamankan cukup banyak, jadi butuh waktu,” jelasnya.

Razia tersebut, nantinya akan dilakukan ke sekolah lain yang memiliki kerawanan. Termasuk, melakukan patroli malam untuk mencegah aksi tawuran di malam hari. (bhn/din/mg1)