KULONPROGO – Laguna Pantai Trisik di Kecamatan Galur akan dikembangkan menjadi objek wisata baru. Apalagi hampir 60 persen kawasan Pantai Glagah-Pantai Congot terdampak bandara.

Termasuk dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) New Yogyakarta International Airport (NYIA). “Laguna Pantai Trisik di Desa Banaran itu sangat bagus,” kata Sekretaris Dispar Kulonprogo, Rohedy Goenoeng, belum lama ini.

Laguna Pantai Trisik banyak terdapat tambak udang milik warga setempat. “Bisa menjadi wisata kuliner ikan laut dan wisata alam,” katanya.

Pengembangan laguna bisa dilakukan warga, swasta, dan Pemkab. Regulasi yang mengatur kontribusi pengelolaan wisatan akan segera dibuatkan. Akses ke Pantai Trisik juga mudah karena ada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

“Laguna Trisik berpotensi menjadi wisata pantai andalan masa depan. Sekarang ini momentum bagus untuk mengembangkannya. Jangan sampai ketika NYIA beroperasi, wisatawan lari ke luar Kulonprogo,” jelasnya.

Kulonprogo memiliki garis pantai cukup panjang, dari Congot sampai Trisik. Dengan segala potensi yang ada, Pantai Glagah dan Pantai Congot tetap akan dipertahankan, pengembangan dua pantai itu masih menunggu persetujuan PT Angkasa Pura I.

“Sambil menunggu, kami memikirkan Laguna Pantai Trisik sebagai wisata baru,” ujarnya.

Kepala Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Joko Samudro mengatakan siap memberikan persetujuan. Asal masyarakat setempat dilibatkan.

“Pemkab memberi lahan dan turut mengembangkan konservasi penyu dan lingkungan Pantai Trisik. Nanti bisa dipisah dan diatur pengelolaannya. Mana yang konservasi, mana tambak, mana wisata. Tentu akan bagus,” ungkap Joko. (tom/iwa/mg1)