TEMANGGUNG- Proses penangkapan terduga teroris di Temanggung oleh Densus 88 Kamis (1/2) jauh berbeda dengan peristiwa serupa sekitar 8,5 tahun silam. Penyergapan dua terduga teroris di Toko Grosir Aneka, Dusun Bengkal Kidul RT 05/ RW 01, Bengkal, Kranggan kemarin tak ada suara rentetan senapan laras panjang. Kendati demikian, densus berhasil meringkus dua terduga teroris, Agung Nugroho dan Zaenal. Mereka diringkus tanpa perlawanan.

Sementara peristiwa penyergapan terduga teroris pada 8 Agustus 2009 silam berlangsung mencekam. Rumah Muhjari di Dusun Beji, Kedu, menjadi sasaran berondongan peluru Densus 88. Ketika itu densus menduga sosok yang bersembunyi di dalam rumah Muhjari adalah gembong teroris Noordin M.Top. Ternyata pria yang tewas tertembus timah panas densus adalah Ibrohim, terduga teroris lain. Kabar ini disampaikan Mabes Polri empat hari usai penyergapan.

Kembali pada penangkapan terduga teroris di Kranggan, Agung adalah warga asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Sedangkan Zaenal merupakan warga setempat yang ikut diringkus densus karena bekerja di toko yang dikelola Agung. “Tak ada tembakan. Mereka (Agung Nugroho dan Zaenal, Red) langsung dimasukkan ke dalam mobil,” kata Ketua RW 01 Dusun Bengkal Kidul Slamet Sugiarto, yang turut mendampingi Densus 88 saat penggerebekan.

Dari dalam rumah sewaan yang dijadikan toko tersebut densus mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, uang tunai sekitar Rp28 juta, kartu anjungan tunai mandiri (ATM), kartu tanda penduduk, puluhan buku dan majalah, beberapa flash disk, dan telepon seluler.

Slamet mengatakan, rumah sewaan yang selama ini digunakan sebagai tempat berjualan sepatu, sandal, kelontong, dan alat tulis tersebut bukan milik terduga teroris. Statusnya menyewa dari Ansor, warga setempat, yang kini berdomisili di Jakarta. Sewa-menyewa antara Ansor dengan Agung. Sedangkan Zaenal berperan sebagai perantaranya.

Menurut Slamet, selain Agung Nugroho dan Zaenal, ada seorang lagi yang menghuni rumah tersebut, yakni Lucky, warga Majalengka. Saat penggerebekan Lucky tidak berada di tempat.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bengkal Gunadi menambahkan, Agung Nugroho membuka usaha toko sejak empat bulan lalu. Gunadi mengaku tidak begitu paham dengan Agung dan Lucky. Namun, sebagai orang baru keduanya bersikap normal. “Tidak ada yang aneh, apalagi mencurigakan,” katanya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmaja membenarkan adanya penggerebekan tersebut. “Saat ini (kemarin, Red) terduga teroris sedang diinterograsi. Informasi lengkap segera disampaikan,” ucap Agus siang kemarin.

Sebagaimana penggerebekan terduga teroris lain, densus melakukan sterilisasi sektiar tempat kejadian perkara (TKP) dengan jarak radius tertentu. Demikian halnya kemarin, Jalan Secang-Temanggung dittup total sekitar pukul 09.00. Penutupan sejak di pertigaan Secang sampai Kranggan.

Penutupan arus lalu lintas tidak berlangsung lama. Kendati demikian, penutupan jalan tersebut cukup membuat kemacetan di sekitar TKP. Saat itu banyak warga menyaksikan proses penggerebekan di sekitar bangunan yang dipasangi police line.

Jalan utama penghubung Secang-Temanggung dibuka kembali sekitar pukul 15.00.

“Tadi (kemarin, Red) macet karena banyak orang yang sengaja memelankan kendaraan sambil melihat rumah yang dihuni teroris,” tutur Huda, warga Bengkal.(dem/yog/mg1)

GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA