GUNUNGKIDUL – Salah satu tujuan Operasi Pasar (OP) beras adalah membuat harga beras terkontrol. Namun di Gunungkidul kebijakan tersebut masih sebatas pada keamanan stok beras.

Kepala Seksi Metrologi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Sigit Haryanto mengatakan sudah berlangsung 10 kali OP beras. “Sejak November 2017 hingga awal 2018,” kata Sigit Haryanto Kamis (1/2).

OP beras merupakan kerja sama Disperindag dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Diakui dia, sampai kemarin harga beras belum stabil.

“Harga beras di pasaran variatif, bahkan ada yang di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni sebesar Rp 12.800 per kilogram,” ujar Sigit.

Kalau harga beras tercatat di bawah HET, kisarannya masih tinggi. Yakni mencapai Rp 12.000 per kilogram. Harga tersebut untuk jenis beras premium, dimana harga normalnya Rp 9.450 ribu per kilogram.

“OP beras belum banyak berpengaruh terhadap kestabilan harga beras. Karena OP sifatnya menjaga ketersediaan beras medium,” ungkap Sigit.

Dia menduga masih tingginya harga beras dipicu sejumlah factor. Salah satunya cuaca ekstrem. Namun dia meyakini dalam waktu dekat harga beras kembali normal.

“Sejumlah wilayah di Gunungkidul sudah mulai panen. Diperkirakan akhir Februari puncak musim panen. Mudah-mudahan harga beras bisa turun,” ucap Sigit.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan beras karena pasokan dari para agen tersendat. Kiriman dari Delanggu, Cilacap dan Bantul semuanya terlambat. “Akibatnya stok beras di gudang terus menyusut,” kata Sigit.

Pedagang beras di Pasar Argosari Wonosari Prapto Suwito membenarkan harga beras masih tinggi. Harga beras premium masih pada kisaran di atas Rp 12.000 per kilogram.

Tingginya harga beras sudah berlangsung sejak akhir 2017. “Normalnya harga beras per kilogram itu Rp 10 ribu,” kata Prapto Suwito.

Ketua DPC Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras Seluruh Indonesia) Gunungkidul Sukaryadi mengatakan OP sebagai upaya menstabilkan harga beras. “Tujuan OP juga membantu masyarakat menengah ke bawah membeli beras,” kata Sukaryadi. (gun/iwa/mg1)