KULONPROGO – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ menggandeng investor merampungkan pelabuhan Tanjung Adikarto didukung Pemkab Kulonprogo. Pelabuhan di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, tersebut prospeknya sangat bagus.

“Pelabuhan Tanjung Adikarto sudah terkondisi baik. Mulai pembebasan tanah, pembangunan jalan, hingga sarana penunjang sudah dibangun. Tidak banyak lagi yang harus dilakukan investor untuk menyelesaikan pelabuhan tersebut,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo Kamis (1/2).

Menurut dia, sudah seharusnya investor digandeng. Sejak dulu, kata Hasto, banyak sekali investor yang tertarik menyelesaikan Tanjung Adikarto.

“Namun kewenangannya di Provinsi. Sehingga kalau kami rajin berkomunikasi dengan investor, saya yakin ada investor yang mau melanjutkan pembangunan Tanjung Adikarto,” ujar Hasto.

Mengenai kekhawatiran investor tidak pemberdayaan warga, Hasto menepisnya. Persoalan itu bisa diselesaikan. Yang penting, ada investor yang mengelola pelabuhan.

“Lebih baik pembangunan pelabuhan bisa diselesaikan meski dilanjutkan investor,” kata Hasto.

Sekretaris Pokdarwis Adikarto Manunggal Karwa Azis Purwanto mengatakan warga mendukung Tanjung Adikarto segera diselesaikan. Namun dia mengingatkan komitmen pembangunan pelabuhan harus ditepati. Yakni menggandeng warga.

“Tujuan pembangunan pelabuhan itu untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Karwa Azis.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati menyayangkan jika pelabuhan tidak segera berfungsi. Biaya yang dikeluarkan sudah cukup besar.

Infrastruktur pendukung seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan beberapa bangunan belum difungsikan. Akan rusak jika dibiarkan mangkrak.

“Pengembangan pelabuhan menjadi penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Butuh sinergitas Pemkab Kulonprogo, Pemprov DIJ dan Pusat,” kata Akhid Nuryati. (tom/iwa/mg1)