Dua orang perempuan paro baya turun dari taksi pelat kuning di halaman kantor Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIJ Kamis (1/2). Kehadiran mereka telah ditunggu beberapa orang di dalam ruang rapat.
Mereka adalah para penggurus KP4 Jogja.

Kehadiran mereka di kantor ORI Jogja untuk memberikan laporan soal malfungsi trotoar. KP4 Jogja menilai, masih abainya pemangku kebijakan turut menjadi biang banyaknya alih fungsi trotoar. Sarana yang seharusnya menjadi akses pengguna jalan justru dimanfaatkan pihak tertentu tak sesuai peruntukannya.

“Ternyata masih banyak pihak yang belum memahami peran penting trotoar,” kata Koordinator KP4 Jogja Leni Marini saat berbincang dengan Radar Jogja.

Ada 37 titik lokasi trotoar yang menjadi sorotan sejak tiga tahun silam. Tak semua trotoar layak untuk pengguna jalan. Salah satu yang dianggap layak ada di sepanjang Jalan Malioboro. Trotoar yang ada dinilai telah memenuhi fungsi sebagai ruang pejalan kaki, perjumpaan, dan kegiatan niaga.

Sebagian ruas trotoar harus berupa guiding block bagi penyandang tunanetra. “Namun masih banyak guiding block yang dibangun tidak semestinya,” bebernya.
Guiding block di Jalan Rejowinangun, misalnya. Ada beberapa ruas yang terhalang tiang listrik. Lalu guiding block di Jalan Kemakmuran, Gondokusuman, yang terhalang pot-pot besar. “Sekilas tampak cantik karena ada bunga, tapi itu menghalangi akses bagi kaum difabel,” kritiknya.

Itu belum termasuk trotoar yang digunakan untuk berjualan oleh pedagang kaki lima dan parkir liar.
Keberadaan KP4 Jogja memang terbilang baru. Berdiri sejak November tahun lalu. Namun, kiprah dan sepak terjang komunitas ini cukup berani. Sikap kritis menjadi senjata utama mereka. Meskipun sebagian besar anggota komunitas berlatar belakang ibu rumah tangga. Status tersebut tak menghalangi mereka untuk peka terhadap persoalan publik.
Untuk mengasah kepekaan perempuan terhadap isu-isu publik, KP4 Jogja kerap melakukan diskusi-diskusi. Dari situ muncul harapan, para perempuan memiliki minat untuk melakukan pengawasan kebijakan pelayanan publik. (yog/mg1)