JOGJA – Dalam ulang tahunnya ke-28 Akademi Keperawatan (Akper) Notokusumo siap berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes).

“Semoga dalam usia 28 tahun ini Akper Notokusumo bisa berubah menjadi Stikes, seperti yang diidam-idamkan selama ini,” ujar Direktur Akper Notokusumo Giri Susilo sebelum melakukan pemotongan tumpeng dalam Dies Natalis Akper Notokusumo ke-28, Sabtu (3/2).

Dalam kesempatan tersebut, Giri memberikan potongan tumpeng ke perwakilan senat mahasiswa. Sebab, mahasiswa dinilainya merupakan bagian penting bagi Akper Notokusumo.

Saat menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Caring Perawat sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan dan Kepuasan Pasien”, Giri juga mengingatkan tantangan bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan tenaga perawat yang profesional.

“Perawat dituntut memiliki kemampuan memahami pasien, tingkat empati tinggi serta perhatian akan respons yang dimunculkan oleh pasien dan keluarga,” pesannya.

Selain itu, Giri juga meminta institusi pendidikan keperawatan untuk menanamkan sejak awal pendidikan dengan memasukkan materi caring atau kepedulian. Materi caring, lanjut dia, bisa melalui kurikulum pendidikan serta praktek perilaku di rumah sakit.

“Perawat maupun in house training perlu mengenal materi caring untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat agar lebih care pada pasien,” ujarnya.

Ketua Senat Akademik Akper Notokusumo Cecilya Kustanti menambahkan pada 2017 lalu Akper Notokusumo sudah melaksanakan Akreditasi Program Studi dengan hasil B. Sebentar lagi, lanjut dia, Akper Notokusumo juga akan menjalani Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang merupakan proses penilaian terhadap institusi secara keseluruhan.

“Keberadaan Akper Notokusumo dalam masyarakat kami jawab dengan membekali lulusan dengan kompetensi tinggi sehingga melahirkan generasi berkualitas dan berkarakter,” terangnya. (**/pra/ila/mg1)