JOGJA – Armada shuttle wisata Si Thole kini ditambah. Setidaknya ada lima armada yang akan melengkapi sebelas mobil yang sudah ada sebelumnya. Ini dilakukan guna memaksimalkan pelayanan wisata, khususnya untuk menuju kawasan Keraton Jogja.

Pemrov DIJ memberikan lima kendaraan Si Thole ke Pemkot Jogja. Angkutan tersebut nantinya terpusat di Pakir Ngabean.

Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Sapto Raharjo mengatakan, penyediaan Thole tersebut sebagai upaya mengurangi kemacetan di kawasan Keraton dan Alun-Alun Utara. Selama ini, bus wisata kerap menurunkan penumpang di titik-titik jalan rawan kemacetan.

“Sekarang parkir bus di kantong parkir dan penumpangnya diantar dengan menggunakan Thole,” kata Sigit ditemui di Bangsal Kepatihan, Senin (5/2).

Sigit mengungkapkan, ada sejumlah titik yang nantinya menjadi pemberhentian Si Thole mulai dari Parkir Ngabean, Keraton, Gedung PDHI, Jogja Galery, Sompilan, dan Taman Sari. Penumpang yang ingin memanfaatkan shuttle wisata ini di titik halte tersebut.

Thole memiliki daya tampung maksimal 10 orang. Dengan lima kendaraan yang dihibahkan, setidaknya 50 penumpang sudah terangkut kendaraan wisata tersebut.

Setelah kendaraan itu dilimpahkan bulan ini, diharapkan pemkot ke depan memperbanyak kendaraan serupa. Dengan harapan, kelak jangan ada lagi bus yang masuk ke pusat kota.

“Di Mangunan, Bantul juga sudah ada shuttle-nya di Imogiri,” katanya.

Menurut Sigit, keberadaan shuttle saat ini menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kemacetan di Jogja. Dishub sendiri tengah menggodok rencana penggunaan jalur lambat Ringroad untuk parkir bus wisata saat masa liburan.

“Tapi ini baru ide, harus dibahas kelayakannya. Bila ide diterima ya sukur tidak pun tidak masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Marketing Manajer Thole Ngabean Arif Noor Rahman mengatakan, sebelumnya sudah ada sebelas shuttle Si Thole yang beroperasi. Wilayah operasi meliputi wilayah Njeron Benteng dan Keraton Jogja. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal.

“Karena Thole beroperasi dari tempat resmi, sementara banyak bus yang parkirnya di luar kantong parkir,” jelasnya.

Menurutnya, minat wisatawan terhadap penggunan shuttle sudah cukup baik. Apalagi saat ini pengelola sudah bekerja sama dengan dinas pariwisata, travel guide, dan asosiasi perjalanan. Oleh karenanya, bila nanti ada hibah angkutan lagi, dia berharap bisa menjadi shuttle untuk trayek lain. “Nanti kami minta untuk trayek Abu Bakar Ali,” katanya.

Terkait hibah kendaraan, Arif mengaku sudah mendengar informasi itu dari Pemkot Jogja. Namun kapan kepastiannya kendaraan itu turun belum diketahui waktunya. “Prosesnya masih menunggu,” jelasnya. (bhn/ila/mg1)