KULONPORGO – Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Kulonprogo dalam setahun Rp 15 miliar. Awal 2018 ZIS yang terkumpul mencapai Rp 4 miliar, Pemkab Kulonprogo berupaya mengoptimalkannya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan alokasi gaji PNS di Kulonprogo dalam setahun mencapai Rp 625 miliar. Potensi ZIS yang dapat dihimpun bisa mencapai Rp 15 miliar atau 2,5 persen total gaji PNS dalam setahun.

“Jika 2,5 persen itu terealisasi, maka bisa mencapai Rp 15 miliar. Jadi harusnya ZIS di Kulonprogo Rp 15 miliar,” kata Hasto kemarin (6/2).

ZIS selama ini disalurkan untuk membantu warga tidak mampu. Karena bermanfaat, pemkab berharap ZIS PNS Kulonprogo bisa berjalan baik.

Upaya optimalisasi penghimpunan ZIS terus dilakukan. Antara lain dengan penandatanganan pakta integritas para PNS saat pelantikan jabatan yang di dalamnya sekaligus berisi kerelaan menyisihkan ZIS dari gaji yang diterima.

“Setiap kali pelantikan pejabat menandatangani pakta integritas. Kemudian langsung kami (koordinasikan) bendahara dengan dipotong lewat Baznas,” ujarnya.

Ketua Baznas Kulonprogo Abdul Madjid merespons baik upaya Pemkab dalam optimalisasi penghimpunan ZIS dari PNS tersbut. ZIS PNS ini juga angat mendukung program pengentasan kemiskinan.

“Program Bedah Rumah warga kurang mampu setiap Ahad sepanjang tahun dijuga diambilkan dari ZIS PNS ini,” kata Abdul.

Wakil Ketua IV Baznas Kulonprogo Rr Widiastuti menambahkan dalam sistem penghimpunan SIZ PNS ada jaringan struktur sampai ke tingkat paling bawah. Didukung data-data kondisi masyarakat.

Bupati juga mengeluarkan surat edaran (SE) terkait ZIS Apartur Sipil Negara (ASN) atau PNS di lingkungan Pemkab.

Dalam pelaksanaannya, ada yang sudah membayar 2,5 persen dari gaji yang diterima. Tetapi banyak juga yang baru menyisihkan infaq dan sodaqoh saja.

“Bahkan ada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang masih masih kosong (belum menyetorkan ZIS-nya), diharapkan tahun ini mulai ada perkembangan,” kata Widiastuti. (tom/iwa)