JOGJA – Diduga karena adanya ketidaksepahaman dalam internal executive comittee (Exco) Asprov PSSI DIJ membuat beberapa anggota memilih mundur. Setelah Wakil Ketua Umum Dwi Irianto dan anggota Exco Gutoyo menyerahkan surat pengunduran diri, dua anggota Exco lainnya dikabarkan turut serta. Keduanya yakni Sukoco dan Bagus Nur Edi Wijaya. “Kalau Sukoco katanya iya, tapi surat resminya kami belum menerima. Sedangkan Bagus kami belum tahu,” ungkap anggota komite pemilihan (KP) Ediyanto kepada Radar Jogja, Senin (5/2).

Ediyanto mengatakan, masih menunggu surat resmi pengunduran anggota exco. Jika memang telah positif mengundurkan diri, pihaknya akan melakukan rapat untuk mencarikan solusinya. Termasuk kemungkinan menggelar kongres luar biasa. “Akan dirapatkan lagi tentang kemungkinan yang ada. Mungkin dalam minggu-minggu ini,” imbuhnya.

Sementara itu terkait kondisi internal Asprov PSSI DIJ, pihak PSSI Pusat memastikan tidak akan mencampuri. Pihak PSSI sementara ini masih mempercayakan proses penyelesaianya di internal Asprov. “Kalau PSSI itu kan ibaratnya ibu bagi asprov-asprov yang ada di bawahnya. Karena sebagai induk kami tidak akan pernah berkomentar apa yang dilakukan anak-anaknya. Biar itu menjadi urusan internal Asprov,” ungkap Ratu Tisha Destria, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, kemarin.

Pihaknya mengaku sudah mendapatkan tembusan surat pengunduran diri yang dibuat Dwi Irianto. Dalam surat itu disebutkan bahwa Mbah Putih, sapaan Dwi Irianto, mundur karena ingin berkonsentrasi terhadap posisinya sebagai anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pusat.

Surat bermaterai yang ditandatangani Mbah Putih sendiri itu selain ditembuskan ke Sekjen PSSI, juga ditembuskan ke Komite Eksekutif (Exco) PSSI DIJ dan Ketua Umum KONI DIJ.

Sebelumnya, akhir pekan lalu Komisi Pemilihan (KP) dan Anggota Exco PSSI DIJ menggelar pertemuan untuk membahas pengunduran Dwi Irianto. Namun rapat tersebut tidak menghasilan keputusan signifikan termasuk ketidakjelasan nasib Dwi Irianto.

Terpisah, salah seorang anggota KP Kuncoro Mangkunegoro menyebut pertemuan lanjutan akan dilakukan pekan-pekan ini. Menurut dia, pertemuan itu ditujukan untuk mencari solusi lanjutan terkait pengunduran diri Waketum. Menurutnya, sesuai dengan statuta PSSI, jika ketum atau waketum mundur, opsi yang bisa dilakukan untuk melakukan pergantian hanya melalui tahapan kongres. “Kami ingin berkoordinasi dengan seluruh Komek untuk persoalan ini. Karena, untuk kongres harus dilaporkan terlebih dahulu ke PSSI Pusat,” tandasnya. (riz/din/mg1)