GUNUNGKIDUL – Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi dan produksi ternak rumanansia (hewan memamahbiak). Menindaklanjuti program nasional, Pemkab Gunungkidul menggenjot program sapi induk wajib bunting.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan tahun lalu berhasil melakukan Inseminasi Buatan (IB) terhadap 42.097 sapi. Dari target 45.000 ekor akseptor, target bunting 38.000 sapi.

“Hingga akhir 2017 terdapat 1.251 sapi melahirkan,” kata Bambang Wisnu Broto di sela acara upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting (uspus siwap) di Keblak, Ngeposari, Semanu Senin (5/2).

Dia menjelaskan, sampai sekarang populasi masih didominasi sapi nonputih. Untuk sapi putih ada 15.480 sedangkan nonputih ada 27.846 dan telah mendapatkan pelayanan IB.

“Nah, kegiatan di Semanu ini untuk mendorong minat masyarakat peternak mendapatkan IB gratis kepada sejumlah sapi betina produktif,” ujar Bambang Wisnu.

Tidak hanya mendapatkan IB gratis. Para peternak juga bisa melakukan pengecekan kesehatan ternak secara gratis. Selain itu, pemerintah ingin membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan ternak, terutama sapi betina produktif.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi di wilayahnya. Selama ini Gunungkidul merupakan gudangnya sapi di DIJ.

“Jadi harus tetap harus dipertahankan. Dari dulu sesuai tradisi, jika masyarakat sudah tercukupi bahan pangannya, ternak yang banyak itu akan menciptakan rasa bahagia,” kata Badingah.

Usai acara, Badingah melakukan pengecekan terhadap sapi-sapi betina produktif yang telah mendapatkan program IB. Badingah memberi nama sapi dan calon anak sapi.

Sapi betina jenis PO (peranakan ongole) milik Suradi diberi nama Rita. Sementara anak dalam kandungan berusia enam bulan diberi nama Andini Lestari.

“Andini kan berarti sapi. Sementara lestari semoga bisa berkembang biak dengan baik, tambah banyak,” ucap Badingah.

Pada bagian lain, peternak sapi, Suradi mengaku senang sapinya diberi nama bupati. Sapi PO yang sudah dipeliharanya selama setahun terakhir diperkirakan melahirkan Juni 2018 mendatang.

“Semoga Andini Lestari bisa lahir selamat, dan sehat,” kata Suhardi. (gun/iwa/mg1)