Pertukaran Pelajar Bantu Promosikan Pendidikan Indonesia

SLEMAN- Untuk menjaga kerjasama dan kemitraan yang sudah terjalin antara Indonesia dengan Taiwan di bidang pendidikan juga sekaligus membantu mengenalkan pendidikan di luar negeri melalui pertukaran pelajar, Taiwan Education Center (TEC) Indonesia bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan APPBMI Asosiasi Pendidik dan Pengembang Bahasa Mandarin Jogjakarta menggelar Taiwan Higher Education Fair tahun 2018 di UC UGM, Rabu (7/1).

VITA WAHYU HARYANTI/RADAR JOGJA

“Ada 20 perguruan tinggi di Taiwan yang ikut serta dalam pameran ini. Seperti National Taiwan University, Tunghai University, National Sun Yat-sen University, Taipei Medical University, Providence University, Tzu Chi University, dll,” ujar Chairman TEC Indonesia, Rini Lestari.

Rini menyampaikan pameran ini juga menjadi implementasi nyata kebijakan baru pemerintah Taiwan yakni New Southbound Policy, di mana kebijakan ini fokus untuk memperkuat kerjasama dengan negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan di Indonesia.

“Kegiatan ini sekaligus membuka akses seluas-luasnya ke masyarakat Indonesia tentang peluang dan keuntungan yang didapat jika melanjutkan pendidikan di Taiwan. Apalagi saat ini informasi pendidikan di Taiwan masih belum banyak diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Seperti contohnya, di Taiwan sudah ada sertifikasi untuk makanan halal. Umat Muslim yang berwisata atau sekolah di sana tidak perlu khawatir untuk makan sehari-hari juga tempat untuk menunaikan ibadah sholat pun tersedia. Fasilitas kampus di Taiwan sangat canggih dengan internet yang murah dan cepat aksesnya.

Dalam kesempatan tersebut mahasiswa aktif di Jogjakarta dapat mendaftarkan secara langsung di beberapa booth universitas, mahasiswa juga dapat bertanya jawab dengan informan. Ada banyak program beasiswa pendidikan yang ditawarkan di Taiwan. Seperti, Ministry of Education (MOE) Taiwan Scholarship, Ministry of Science and Technology (MOST) Taiwan Scholarship, International Higher Education Scholarship Program of Taiwan ICDF, serta Huayu Enrichment Scholarship (HES) yang dikhususkan untuk mempelajari bahasa Mandarin. Pemerintah Taiwan juga memberi bantuan dana beasiswa pendidikan serta tunjangan hidup kepada mahasiswa berprestasi melalui sejumlah program tersebut.

Salah satu pengunjung Cynthia Sarah Alfira mengaku sudah menyiapkan CV dan syarat-syarat untuk mengajukan pertukaran pelajar. Mahasiswi jurusan akuntansi UMY ingin mendaftar di National Taiwan University jurusan ekonomi atau pariwisata.

“Banyak yang sudah pernah belajar disana jurusan tersebut sangat bagus, semoga bisa lolos dan dapat beasiswanya,” katanya. (ita/ong)