SLEMAN – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman menunjukkan angka positif. Dari data yang dimiliki Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, pada 2016 lalu masih terdapat kepala keluarga (KK) miskin sejumlah 38.873 KK atau 10,60 pesen dari 366.698 KK.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, pada 201, angka ini menurun sebanyak 2.150 KK miskin atau 1,16 persen. Dari 41.023 KK miskin menjadi 38.873 KK,” ujar Kepala Dinsos Sleman Sri Murni Rahayu baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, tahun ini target penurunan kemiskinan di Bumi Sembada sekitar 2,20 persen. Itu sesuai dengan visi dan misi bupati, yakni pada 2021 kemiskinan di Sleman harus mencapai 8 persen dari total penduduk Sleman.

“Posisi pada 2016-2017 kemiskinan mencapai 10,20 persen,” tutur Murni, sapannya.

Murni menuturkan, dalam upayanya menurunkan angka kemiskinan, Pemkab Sleman melaksanakan berbagai program. Di antaranya, Pelayanan Sosial Satu Pintu. Program ini merupakan suatu sistem layanan yang dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan masyarakat miskin dengan cepat.

“Selain itu pelayanan ini juga digunakan untuk melakukan rujukan dan menghubungkan warga miskin dengan program layanan yang dikelola pemerintah sesuai kebutuhan yang diinginkan,” jelasnya.

Dijelaskan, Pelayanan Sosial Satu Pintu ini juga digunakan untuk memantau penanganan keluhan sudah dilayani dengan baik atau belum. “Bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam satu program dapat langsung mendatangi Dinsos Sleman dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), KK, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta mengutarakan keluhan yang dialami,” ungkapnya. (ila/mg1)