BANTUL – Tiga bocah Dusun Kedungjati, Selopamioro, Imogiri kini tak perlu lagi berjuang ekstra keras ketika berangkat ke sekolah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah memasang alat penyeberangan sementara Minggu (11/2).

Peralatan berupa satu unit perahu karet yang dilengkapi dengan tali penyeberangan ini relatif lebih aman dibanding ban karet. “Bisa dimanfaatkan mulai Senin besuk,” jelas personel BPBD Bantul Wiwin Efendi.

Wiwin mengungkapkan, pemasangan alat penyeberangan ini sebenarnya diprioritaskan untuk ketiga bocah Dusun Kedungjati. Di mana selama tiga bulan terakhir siswa SD Kedungmiri ini harus mempertaruhkan nyawa berangkat ke sekolah. Lantaran harus menyeberang Sungai Oya dengan lebar sekitar 50 meter ini dengan ban karet. Begitu pula dengan pulangnya. Kendati begitu, pria yang akrab disapa Pithi menegaskan, perahu seberang bantuan BPBD ini bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Terutama warga sekitar sungai. “Tapi tetap harus pakai pelampung,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, perahu ini berkapasitas lebih banyak. Dalam sekali berangkat, perahu berwarna orange ini mampu mengangkut empat orang dewasa. Wiwin menyebutkan, sebetulnya ada dua perahu yang disiagakan. Hanya, fungsi satu unit perahu lainnya bersifat cadangan. Selain perahu, BPBD juga memberikan sepuluh unit pelampung.

“Demi menjaga keselamatan, standar minimal menumpangi perahu juga harus diperhatikan,” tandasnya.

Lalu, siapa operator perahu karet ini? Menurutnya, BPBD telah berkoordinasi dengan warga sekitar. Hasilnya, sudah disepakati siapa saja yang ditunjuk mengoperasikannya. “Ada jadwalnya juga,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wiwin membeberkan, BPBD telah mengusulkan pembangunan seabrek jembatan gantung yang hanyut diterjang banjir akhir tahun lalu. Hanya, realisasi pembangunannya menunggu pemerintah pusat. “Lokasi penyeberangannya persis di bawah jembatan ambrol,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, ada tiga bocah Dusun Kedungjati yang berangkat ke sekolah dengan menyeberang Sungai Oya dengan alat penyeberangan ala kadarnya.”Ada dua siswa lainnya yang menyeberang. Tapi biasanya pakai perahu getek. Mereka warga RT 06 Dusun Kedungjati,” ucap Priyadi, salah seorang warga RT 04 Dusun Kedungjati. (zam/ila/mg1)