PURWOREJO – Puluhan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kabupaten dan kecamatan mengajak masyarakat untuk menolak politik uang. Kegiatan ini mengundang simpati dari ribuan warga yang memadati kegiatan Car Free Day (CFD) di seputaran Alun-alun Purworejo, Minggu (11/2).

Selain penolakan terhadap politik uang, aksi damai itu juga mengajak masyarakat agar turut serta mengawal pelaksanaan pemilu sehingga bisa berjalan damai dan tenang. “Antusiasme masyarakat luar biasa, bentangan banner putih berukuran raksasa yang kami sediakan langsung penuh oleh tanda tangan masyarakat,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Purworejo Rinto Hariyadi di sela kegiatan.

Dikatakan, pelaksanaan Pilgub Jawa Tengah 2018 selayaknya disambut gembira. Semua pihak harus terlibat dan memberikan andil agar suksesi kepemimpinan itu berjalan baik dan tidak ada perpecahan. “Jangan ada ketegangan di antara kita. Bukan zamannya lagi saling hujat hanya karena beda dukungan atau pilihan gubernur,” tambahnya.

Kegiatan Deklarasi Pemilu Damai dan Tolak Politik Uang ini diselenggarakan Panwas Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Kantor Kesbangpol dan Polres Purworejo. Hadir dalam kesempatan ini, selain seluruh komisioner Panwaslu Purworejo, juga Ketua KPU Dulrokhim, Wakapolres Kompol Nunuk Setiyowati, dan Kepala Kesbangpol Bambang Gatot SEno Aji.

“Tidak kalah menarik, ajakan menghindari politik uang kita arahkan agar masyarakat peduli dan tidak mencederai proses demokrasi. Money politics menjadi awal munculnya korupsi di kemudian hari. Dan merawat demokrasi itu tidak saja menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tapi seluruh elemen masyarakat,” jelas Rinto.

Sementara itu Wakapolres Purworejo Kompol Nunur Setiyowati meminta warga Purworejo ikut menjaga keamanan dan kedamaian selama proses pesta demokrasi berlangsung. Isu terkait suku, ras dan agama jangan dijadikan bahan komoditas politik karena dapat melukai hati rakyat. (udi/laz/mg1)