JOGJA – Empat atlet baru bergabung dalam program pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing yang digelar di Kompleks Stadion Mandala Krida Jogja. Satu dari keempat atlet itu berasal dari DIJ.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PP FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Caly Setiawan mengatakan, keempat atlet itu adalah Setyo dari Jogjakarta, kemudian Roman dan Dona dari Jawa Tengah, serta Wiwik dari Jawa Barat. Ke-4 atlet junior yang usianya di bawah 19 tahun itu sudah memulai latihan Jumat (9/2).

“Kami memang sengaja menunjuk atlet junior untuk jangka panjang. Karena para atlet ini akan turun di nomor baru, kombinasi. Yakni perpaduan antara nomor speed, lead dan boulder,” ungkapnya kepada wartawan kemarin (11/2).

Caly melanjutkan, selama ini di Indonesia belum pernah ada atlet untuk nomor baru tersebut. Sehingga dengan adanya atlet baru, lebih mudah untuk dibentuk. Dibandingkan jika harus melatih atlet senior.

Pria yang juga staf pengajar di UNY itu mengatakan, para atlet itu memang ditunjuk langsung oleh PP FPTI. Namun ada sejumlah kategori dan penilaian yang mendasari untuk menunjuk mereka. Yakni meliputi usia di bawah 19 tahun, dan peringkat secara nasional.

“Kemudian juga secara fisik, kami hanya memilih atlet yang tinggi. Terutama untuk nomor boulder yang membutuhkan gapaian yang panjang,” paparnya. (riz/laz/mg1)