.


TERIMA KASIH: Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Fisipol UMY Muchammad Zaenuri memberikan pengarahan. Dia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orang tua menitipkan anak mereka.

BANTUL – Malam Inagurasi di Gedung AR Fakhruddin B Jumat (9/2) lalu menandai pelepasan 94 mahasiswa dan mahasiswi Program Studi (prodi) Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Itu setelah puluhan mahasiswa dari berbagai penjuru di Indonesia ini menyelesaikan pendidikan strata satu di salah satu prodi ilmu pemerintahan terbaik.

Menurut Ketua Panitia Malam Inagurasi Syakir, penyelenggaraan Malam Inagurasi sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pengelola prodi ilmu pemerintahan. Pengelola berkewajiban menyerahkan para mahasiswa kepada orang tuanya masing-masing setelah menjalani masa penggemblengan selama empat tahun hingga lima tahun.

Agenda yang baru pertama kali digelar ini juga sekaligus sebagai medium silaturahmi antara pengelola dan orang tua. “Kami sampaikan terima kasih kepada orang tua karena memercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami,” jelas Syakir di sela acara.

Ada banyak pilihan bagi para mahasiswa setelah diwisuda. Mulai praktisi pemerintahan, akademisi, konsultan hingga berwira usaha dalam dunia jasa konsultan. Menurut Syakir, kurikulum ilmu pemerintahan didesain komplet. Dengan target agar lulusan prodi ilmu pemerintahan kelak sanggup berkompetisi.

“Ilmu Pemerintahan juga mengantongi akreditasi A,” ucapnya.

KOMPETEN: Jajaran dosen pengajar di Prodi Ilmu Pemerintahan. Jurusan Ilmu Pemerintahan UMY juga mengantongi akreditasi A.

Bukan hanya itu, prodi ilmu pemerintahan juga memiliki puluhan pengajar yang kompeten. Mulai penulis, peneliti hingga praktisi. Syakir mengungkapkan, program studi ilmu pemerintahan strata dua juga memiliki keunggulan serupa. Bahkan, Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) UMY satu-satunya pemilik akreditasi A di Indonesia. Juga, akreditasi internasional.

“Kami juga punya jurnal yang terakreditasi Dikti. Namanya Government dan Politics,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Syakir menekankan, para lulusan pordi ilmu pemerintahan yang ingin terjun sebagai akademisi melanjutkan jenjang pendidikannya di MIP UMY. Toh, pengelola bakal memberikan prioritas khusus. Mulai biaya hingga seleksi masuk. Mengingat, proses seleksi di MIP sangat ketat. “Di sini juga ada laboratorium ilmu pemerintahan,” ujarnya.

Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Fisipol UMY Muchammad Zaenuri mengungkapkan hal senada. Menurutnya, prodi yang dipimpinnya komplet. Prodi ini juga memiliki kelas internasional. Bahkan, ilmu pemerintahan UMY juga sanggup memberikan warna di pentas nasional. Itu salah satunya ditandai dengan diterimanya gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.Ip) bagi lulusan prodi ilmu pemerintahan. “Secara yuridis (gelar S.Ip) sekarang dilindungi,” tandasnya.

Zaenuri mengingatkan, akreditasi maupun gelar sangat vital. Tak jarang lembaga tertentu menyaratkan pelamar berasal dari institusi pendidikan bahkan jurusan dengan akreditasi A atau minimal B.

Dari situ, Zaenuri berpesan para mahasiswa yang bakal diwisuda ini tak perlu khawatir. Baik yang akan terjun sebagai praktisi maupun akademisi. Semua bekal telah komplet.

“Atas nama pengelola kami ucapkan selamat. Semoga bisa menapaki langkah-langkah berikutnya dengan pasti,” tuturnya.


JAGA KOMUNIKASI: Dekan Fisipol UMY Titin Purwaingsih meminta silaturahmi pengelola ilmu pemerintahan dengan alumni dan orang tua tetap terjaga.

Dalam kesempatan itu, Zaenuri sedikit membocorkan terkait rencana pendirian program doktor ilmu pemerintahan. Targetnya, program ini berdiri pada 2020. Dengan begitu, jenjang pendidikan ilmu pemerintahan di UMY semakin komplet dan linear.

Sementara itu, Dekan Fisipol UMY Titin Purwaningsih menekankan, ilmu pemerintahan UMY aktif terlibat di berbagai organisasi. Di antaranya, Asia Pasific Society for Public Affairs. Sekretariat organisasi yang menaungi ilmu pemerintahan se-Asia Pasifik ini berada di UMY.

“Kami bercita-cita menjadi program studi unggulan di level internasional,” tegasnya.

Kendati begitu, Titin tetap meminta berbagai kritik dan saran. Termasuk dari orang tua dan alumni prodi ilmu pemerintahan. Mulai kinerja dosen hingga pelayanan mahasiswa. Agar ilmu pemerintahan menjelma menjadi yang terbaik di tingkat Asean dan internasional.

“Kami sangat berharap komunikasi dengan alumni dan orang tua tetap terjaga,” tambahnya. (zam/ila/mg1)