Selain di Perbukitan Menoreh, tanah longsor juga menerjang Dusun/Desa Pandanretno, Kecamatan Kajoran. Dampak yang ada, kandang ternak milik Laswoto mengalami rusak ringan.

Peristiwa bermula hujan deras mengguyur wilayah Pandanretno mengakibatkan talud rumah milik Dariyadi, 50, ambrol. Talud berukuran sekira panjang 8 meter dan tinggi 5 meter ambrol dan mengenai kandang bangunan permanen. Hingga kemudian kandang itu jebol.

Ada juga tanah bergerak di Dusun Wonokriyo, Majaksingi, Kecamatan Borobudur. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menyatakan, hasil assesment rekahan tanah dan pergerakan tanah berpotensi mengancam rumah milik warga. “Yaitu Sujiono dihuni 1 KK dengan 5 jiwa dan rumah Pak Nitimarsidi, 74, yang dihuni 1 KK dengan 2 jiwa,” jelasnya.

Awal mula kejadian ketika hujan dengan intensitas deras di wilayah Kecamatan Borobudur mengakibatkan munculnya dua rekahan tanah. Dengan ketinggian tebing di samping rekahan sekitar 20 meter di Dusun Wonokriyo, Majaksingi, Kecamatan Borobudur.

Kondisi ini berpotensi mengancam rumah Sujiono pada bagian dapur dan kamar mandi. Serta rumah Nitimarsidi pada bagian samping rumah. “Kegiatan atau penanganan yaitu assement oleh tim reaksi dan Pusdalops BPBD,” ujar Edy. (ady/laz/mg1)