JOGJA – Menjadi atlet berprestasi tidak cukup dengan bakat dan kemampuan diri. Namun juga kedisiplinan. Dengan disiplin juga membentuk karakter dan terus bekerja keras. Hal itu salah satu hal positif yang didapat atlet kelas khusus olahraga (KKO) Jogja saat tryout dengan atlet SKO Ragunan akhir pekan kemarin.

(Foto: Rizal SN/Radar Jogja)

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jogja RM Budi Santoso mengatakan, tingkat kedisiplinan atlet-atlet SKO Ragunan baik saat berlatih maupun bertanding patut dicontoh. Kondisi itu masih jauh dengan kondisi yang saat ini terlihat di atlet-atlet KKO Jogja.

“Karena membentuk atlet kan bukan sekadar masalah prestasi semata, namun juga sarana membentuk sikap disiplin dan pembentukan karakter anak muda. Nah, masalah kedisiplinan ini yang jadi pekerjaan rumah, karena tadi saja saat berangkat banyak atlet yang terlambat,” ungkap Budi kepada wartawan.

Namun di sisi lain, mengenai kualitas dan kemampuan atlet, ia menilai atlet Kota Jogja mampu bersaing. Dia mengacu pada hasil tryout yang tidak terlalu timpang. Beberapa atlet Jogja juga tampil maksimal ketika bertemu dengan atlet SKO Ragunan.

“Sepak bola memang kalah 2-4, tapi lawan yang dihadapi atlet level SMA, sedangkan kami masih SMP. Di bulutangkis, kami juga mampu meraih hasil apik, sedangkan untuk bolavoli putri meski juga kalah, namun ada 3 atlet Jogja diminta untuk mendaftar ke SKO Ragunan SMA guna meningkatkan potensinya. Sedangkan di panahan, kami menang di nomor nasional,” paparnya.

UJI COBA: Atlet kelas khusus olahraga (KKO) Jogja saat tryout dengan atlet SKO Ragunan akhir pekan kemarin. Uji coba, antara lain, sepak bola, bulu tangkis, bola voli, dan tenis meja. (Rizal SN/Radar Jogja)

Secara umum pihaknya cukup puas dengan hasil tryout tersebut. Menurutnya, dengan berujicoba langsung di SKO Ragunan, semua gambaran program dan model kurikulum yang diterapkan dapat dilihat secara langsung.

“Kami tidak terlalu memikirkan hasil akhir. Bagi kami bisa melihat konsep pembinaan di SKO Ragunan dan memberikan pengalaman tanding bagi anak-anak dengan melawan atlet berkualitas, itu yang utama. Agar mereka bisa semakin termotivasi berlatih mencapai hasil tertinggi,” ungkapnya. (riz/laz/mg1)