GUNUNGKIDUL – Hati-hati dengan pantai berombak tenang. Bisa jadi tenang itu justru ada arus ganas yang bisa menyeret ke tengah laut. Ancaman ombak dengan arus balik cepat atau rip current tersebut sedang diteliti.

Pekan lalu, Sarlinmas Korwil 2 Baron bersama dengan Karst Study Forum (KSF) Fakultas Geografi UGM, Mitra Geotama, Save dan Rescue melakukan riset di Pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari. Mereka menganalisa rip curent sekaligus mencoba teknik tracing dan aerial videography.

“Sabtu (10/2) kami melakukan uji coba teknik analisa arus dan gelombang dengan tracing. Biasanya digunakan melacak sungai bawah tanah,” kata koordinator penelitian rip curent Edi Dwi Atmaja (11/2).

Cara kerja deteksi rip curent menggunakan uranin. Berupa serbuk berwarna merah bata. Jika bereaksi dengan air akan berwarna hijau. Memilih uranin karena selain berwarna hijau juga mudah diidentifikasi.

“Tidak perlu khawatir karena uranin ini adalah senyawa garam sehingga tidak berbahaya bagi alam,” ujar Edi Dwi.

Uji coba ini untuk melacak rip current di Pantai Drini. Rip current adalah arus balik yang biasanya menyeret wisatawan yang berenang. Sepintas ombak tenang tidak berbahaya, sehingga perlu dianalisa agar tidak banyak wisatawan menjadi korban.

“Dalam analisa ini digunakan dua teknik kombinasi. Yaitu tracing menggunakan uranin dan foto udara (aerial) untuk merekam pergerakan rip current,” kata Edi Dwi.

Hasil riset akan didiskusikan dahulu. Belum ada rencana merekomendasi kepada pihak terkait. Edi Dwi berharap usaha tersebut mampu menekan angka kecelakaan laut (lakalaut).

Sekretaris Tim SAR Korwil 2 Pantai Baron Surisdiyanto mengatakan ancaman rip current di Pantai Selatan tinggi. Ciri-cirinya, arus terlihat tenang, padahal air di kanan kirinya berombak kencang.

“Di Gunungkidul rip curent menjadi ancaman dan perlu diwaspadai,” kata Surisdiyanto.

Koordinator Wilayah (Korwil) II SAR Gunungkidul Marjono mengatakan pemicu kasus lakalaut lebih banyak disebabkan karena sikap ngeyel wisatawan. Regu penyelamat berulangkali mengingatkan mengenai kondisi ombak, namun tidak dihiraukan.

“Jangan abaikan imbauan petugas agar liburan berakhir menyenangkan,” harap Marjono. (gun/iwa/mg1)