PURWOREJO – Sedikitnya 210 siswa SD/MI dan SMP/MTs di eks Karesidenan Kedu mengikuti delapan mata lomba Olimpiade Sains dan Agama Islam (OSAI) ke-3 yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponpes Modern Muhammadiyah Boarding School (IPM PPM MBS) Purworejo Senin (12/2). Olimpiade itu merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sejak tahun 2016.

Ketua MBS Purworejo Abdullah Sutrisno mengatakan, agenda kegiatan dilakukan mandiri oleh santri, di mana dikoordinasikan dengan IPM MBS. Adapun tema yang diusung adalah “Membangun Generasi Bangsa yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah.”

“Kami mengharapkan turut serta mendorong terwujudnya generasi muda bangsa yang cerdas intelektual-spiritual dan berakhlaqul karimah,” kata Abdullah Sutrisno.

Dikatakan, pelaksanaan program mengadopsi program dari MBS Jogjakarta dan mendapatkan pembinaan secara langsung dari pimpinannya. Diharapkan kegiatan itu bisa menjadi salah satu andalan kegiatan perlombaan di Purworejo.

Sementara itu, Ketua PDM Purworejo Pudjiono berharap adanya kompetisi sains dan agama Islam akan memunculkan generasi muda yang memiliki kemampuan beragama yang mumpuni, berakademik unggul serta memiliki ketrampilan yang handal.

“Kompetisi juga perlu bagi anak karena mereka akan meneruskan estafet kepimpimpinan. Apalagi anak-anak sekarang lebih memiliki kemampuan teknologi, saya yakin kemajuan yang ada di masa mendatang akan lebih mudah ditangkap oleh anak-anak sekarang,” ujar Pudjiono.

Asisten III Sekda Purworejo Muh Wuryanto meminta agar lembaga pendidikan, utamanya yang bernafaskan Islam, harus peka dengan perkembangan zaman karena harus mampu memunculkan generasi masa depan yang agamis dan cerdas. (udi/laz/mg1)