JOGJA – Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) panjat tebing Indonesia proyeksi Asian Games 2018 berencana menjalani latihan bersama dengan Timnas Tiongkok. Para atlet yang saat ini intens menjalani latihan di Jogjakarta berharap bisa mendapat lawan sparing yang membantu progres latihan.

Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Indonesia Hendra Basir mengatakan, latihan bersama tersebut diinisiasi oleh Timnas Tiongkok. Menurutnya, tim Negeri Tirai Bambu itu lebih dulu datang ke Indonesia untuk mengetahui cuaca dan sekaligus adaptasi. Rencananya rombongan tiba di DIJ 18 Februari mendatang. “Rencananya akan disiapkan latihan bersama sebanyak tiga kali dengan Timnas Tiongkok,” ungkap Basir saat ditemui di vanue panjat tebing Stadion Mandala Krida, Senin (12/2).

Latihan bersama ini akan diperbanyak dengan simulasi pertandingan untuk semua nomor yakni speed, lead, maupun boulder. Pihaknya hanya bisa menyanggupi tiga kali. Sebab timnya sudah memiliki agenda tersendiri. “Sebenarnya mereka (Timnas Tiongkok) ingin latihan bersama selama sepekan penuh. Tapi karena pelatnas sudah berjalan dan ada program yang sudah disusun, latihan bersama kami batasi,” tuturnya.

Basir menilai, Tiongkok merupakan tim yang dinilai sebagai pesaing Indonesia di ajang Asian Games. Terutama di nomor speed bersama dengan Jepang, Korea, Iran, dan Kazastan. Sehingga latihan tersebut cukup baik menguji mental dan skill atlet. “Agar mereka tidak grogi lagi jika bertemu lawan yang kuat seperti Tiongkok,” jelasnya.

Sementara itu terkait program latihan, tim pelatih masih berfokus pada penguatan fisik atlet. Khususnya penambahan massa otot atlet sekaligus stamina. Di dalamnya juga diselipkan materi penajaman teknik dasar. “Selain itu progres setiap atlet juga terus kami sampaikan di kelas sekaligus untuk evaluasi. Sedangkan untuk persiapan kompetisi akan dimulai April nanti dengan diisi banyak simulasi pertandingan,” paparnya.

Pelatnas yang digelar di Jogjakarta merupakan kelanjutan pelatihan yang digelar FPTI di Rusia beberapa waktu lalu. Hendra menambahkan pelatnas kali ini tidak berfokus pada gelaran Asian Games saja, namun juga mempersiapkan seleksi Olimpiade 2020 di Jepang nanti. “Termasuk melibatkan atlet-atlet muda yang baru dipanggil. Selain untuk nomor kombinasi, juga proyeksi jangka panjang dan regenerasi selanjutnya,” jelasnya. (riz/din/mg1)