KULONPROGO – Tebing setinggi 15 meter di Pedukuhan Menggermalang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh longsor Senin dinihari (12/2). Satu keluarga harus diungsikan karena rumahnya terkena terjangan longsor.

“Longsor dipicu hujan sejak Minggu sore (11/2). Yang longsor itu bangket jalan,” kata korban longsor dan pemilik rumah, Sumaryo.

Kejadian bermula ketika bangket jalan sisi barat rumahnya amblas dan longsor pada Minggu (11/2) pukul pukul 19.45. Senin dinihari (12/2) pukul 01.30 longsor susulan terjadi.

“Material longsor menghantam samping dan belakang rumah saya sampai ambruk. Kami memutuskan mengungsi,” kata Sumaryo.

Menurut dia, sejak longsor kali pertama dia sudah mengantisipasi dengan menyuruh istri dan kedua anaknya tidak di ruangan bagian utara. Sejumlah barang berharga dialihkan ke sisi lain yang aman. Namun, belum selesai membereskan barang, longsor susulan terjadi.

“Bagian dapur dan kamar samping jebol. Saya sempat pukul kentongan tapi tidak ada tetangga yang mendengar. Suara kentongan kalah dengan suara hujan lebat. Akhirnya saya teriak panggil saudara depan rumah. Keluarga saya ungsikan ke sana,” ujarnya.

Selain di Menggermalang, bencana longsor juga menerjang Samigaluh. Tepatnya di Pedukuhan Keceme dan Plono, Desa Gerbosari.

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Longsor menutup jalan Puyang, Desa Purwoharjo dan Nyemani, Desa Sidoharjo.

Camat Samigaluh Setiawan mengatakan koordinasi sudah dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, SAR, dan relawan. Prioritas penanganan adalah menyelamatkan warga. Diungsikan ke tempat aman.

“Relokasi belum dilakukan. Nanti dilihat dulu keadaannya. Kami mengupayakan akses jalan yang tertutup bisa dibuka kembali,” kata Setiawan. (tom/iwa/mg1)