BANTUL – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Dipertautkan) Bantul terus menerapkan berbagai strategi mengantisipasi serangan hama tikus. Terutama di wilayah Argomulyo, Sedayu.

Salah satu caranya dengan menerapkan Trap Barrier System (TBS). Sebab, area pertanian di wilayah ini kerap menjadi langganan serangan hama tikus.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Dipertautkan Bantul Yunianti Setyorini menyebutkan, ada 3.000 meter persegi lahan pertanian yang dipasang TBS Senin (12/2). Lokasi persisnya di Bulak Puluhan Argomulyo, Sedayu.

“Ada beberapa area persawahan yang kami jadikan percontohan,” jelas Yuni, sapaannya, kemarin.

Dia mengatakan, TBS ini bukan teknologi baru yang diterapkan. Dipertautkan rutin menerapkan teknologi ini di berbagai area persawahan di Argomulyo. Bahkan, tak jarang para petani ini ikut menerapkannya secara swadaya.

Menurutnya, penerapan TBS ini sangat mudah. Peralatan utama yang dibutuhkan adalah plastik. Plastik dipasang memutar mengelilingi area persawahan. Guna menjebak tikus, ada beberapa titik yang dilubangi. Lalu, di bawahnya dipasang lubang agar tikus terperangkap.

“Nah, di sekitar lubang tersebut harus ada umpannya,” ucapnya.

Yang dimaksud dengan umpan adalah tanaman padi. Hanya, umur tanaman padi ini lebih tua dibanding tanaman sekitarnya. Sebab, tikus hanya menyerang tanaman padi yang berbulir.

Dikatakan, Dipertautkan Bantul juga menerapkan pembasmian hama tikus dengan cara lain. Yakni, pengomposan. Teknisnya, lubang yang diduga sebagai sarang tikus diasapi dengan belerang. Tapi, cara ini lebih efektif bila lubang lain yang ditengarai sebagai tempat pelarian tikus juga ditutup. “Akhirnya tikus mati di dalam,” tambahnya.

Kepala Dipertautkan Bantul Pulung Haryadi menambahkan, area pertanian di wilayah Argomulyo sangat subur. Saking suburnya, tiga musim tanam selalu ditanami dengan padi. Nah, inilah salah satu pemicu tingginya hama tikus.”Salah satu makanan favorit tikus kan padi,” ujarnya.

Di sisi lain, wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman. Di mana kerap memiliki musim tanam berbeda. “Sehingga Bantul dan Sleman sering melakukan pembasmian tikus secara terpadu,” tambahnya. (zam/ila/mg1)