GUNUNGKIDUL – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Gunungkidul memicu sejumlah kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sedikitnya enam lokasi terdampak banjir dan longsor.

Hujan deras turun Minggu sore (11/2). Memicu kerusakan beberapa jam setelahnya. Yakni di Padukuhan Boyo, Ngalang, dan Gedangsari terdapat kandang roboh serta talud rumah longsor.

Lalu di Padukuhan Putat II, Desa Putat, Kecamatan Patuk tanah longsor menimpa tembok rumah. Di Branjang, Ngawis, Karangmojo, banjir menggenangi rumah warga setinggi 20 sentimeter.

Di Gentungan, Karangmojo, Karangmojo, talud jalan longsor. Selanjutnya di Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, pagar bumi milik MTsN 2 terseret banjir. Salah satu ruang sekolah rusak tertimpa reruntuhan tembok.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul Handoko mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan. Mulai Senin (12/2) dilakukan kerja bakti.

“Demikian juga dengan genangan banjir sudah dalam penanganan. Untuk nilai kerugian masih didata,” kata Handoko.

Pantauan di MTsN 2 Ponjong, kerusakan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Aktivitas pelajaran dihentikan sementara, diawali dengan kerja bakti.

Kepala MTsN 2 Ponjong Iriyadi mengatakan hujan memicu luapan air. Tidak kuat menahan derasnya air, tembok yang dibangun 2005 jebol.

Pagar bumi roboh menimpa atap gudang. Sedikitnya tujuh ruang sekolah terdampak banjir, termasuk tiga ruang kelas di lokasi paling rendah.

“Kerusakan terparah gudang. Selain itu, laboratorium IPA terendam air campur lumpur dan sampah,” kata Iriyadi.

Tiga jam pelajaran sekolah pertama digunakan untuk kerja bakti membersihkan sisa-sisa bencana. Ratusan murid kerja bakti membersihkan ruangan.

“Siangnya proses belajar mengajar sudah bisa kembali normal,” ungkap Iriyadi.

Bencana serupa berlangsung di Desa Umbulrejo, Ponjong. Air meluap merendam rumah warga Padukuhan Wirik. Akibatnya, setelah hujan surut warga susah payah melakukan pembersihan.

“Banjir sudah dua kali ini terjadi. Jadi khawatir, saat hujan deras datang harus waspada,” kata Andri, warga setempat. (gun/iwa/mg1)