SLEMAN – Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri memastikan kondisi Suliono, pelaku teror Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Minggu (11/2), sudah stabil. Suliono dilumpuhkan dengan timah panas setelah melukai lima orang. Proyektil yang bersarang di lutut kanannya telah berhasil dikeluarkan di RS Bhayangkara.

Melihat kondisi pelaku makin membaik, penyidik Polda DIJ pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan. Untuk kepentingan penyidikan Polda DIJ mendapat back-up dari Densus 88 Mabes Polri.

“Target kami secepat mungkin bisa menginterograsi pelaku,” ujar Dofiri di Mapolda DIJ Senin (12/2).

Hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku hanya diketahui jika sebelum beraksi dia telah tinggal di Jogjakarta selama lima hari. Suliono berangkat dari Magelang. Tujuan awalnya pulang kampung ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Untuk memenuhi keperluan hidup selama di Jogjakarta Suliono menjual handphone (HP)-nya. Diduga, sebagian uang hasil jual ponsel itulah yang digunakannya untuk membeli pedang.

“Untuk detailnya belum bisa diketahui. Apalah pengakuan itu benar atau hanya alibi. Masih kami dalami lagi,” kata Kapolda.

Dofiri enggan menanggapi adanya kabar pelaku akan dibawa ke Mabes Polri, Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurutnya, pemeriksaan masih dilakukan di Jogjakarta.

Lebih lanjut Dofiri mengungkapkan, Suliono pernah nyantri di salah satu pondok pesantren di wilayah Secang, Magelang. Dia telah menginstruksikan jajarannya untuk menelusuri jejak Suliono di ponpes tersebut. Belakangan diketahui bahwa tempat nyantri pelaku yang dimaksud Kapolda adalah Ponpes Sirojul Mukhlasin dan Ummahatul Mukminin, Krincing.

“Tunggu perkembangannya apakah tetap di Jogjakarta atau bawa ke Jakarta. Kalau ponpes benar tapi belum tahu lulus atau tidak,” katanya.

Dalam kesempatan itu Kapolda mewanti-wanti agar masyarakat tak berspekulasi terkait aksi dan latar belakang Suliono. Masyarakat diimbau tak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. “Biarkan kami yang merampungkan perkara ini. Termasuk menguak motif pelaku,” pesannya.(dwi/ady/yog/mg1)