KULONPROGO – Sebanyak 15 warga eks Wahana Tri Tunggal (WTT) mendatangai kantor Help Desk di Temon Senin (12/2). Mereka menanyakan pencairan ganti rugi dan peluang kerja di bandara.

Salah seorang warga, Andung Sumulyo juga bertanya seputar proses pengukuran ulang (diskresi). “Terkait pencairan uang ganti rugi, masih ada warga yang belum menerima,” kata Andung.

Warga yang belum menerima ganti rugi itu ada yang rumahnya sudah dirobohkan. Mereka kemudian mengontrak rumah dengan biaya yang tidak sedikit.

“Kami berharap pembayaran secepatnya. Termasuk yang dikresi. Kami juga ingin memiliki kesempatan bekerja di bandara,” kata Andung.

Ada sekitar 10 keluarga yang mengontrak karena rumahnya sudah dirobohkan meskipun belum menerima ganti rugi. Bahkan warga sudah pindah diberi surat peringatan (SP). Angkasa Pura (AP) I diharapkan peka dan manusiawi menerapkan regulasi.

“Saat ini kami melihat justru banyak orang dari luar yang bekerja di bandara. Warga terdampak masih sedikit ikut terlibat pekerjaan bandara bahkan untuk pekerjaan kasar sekalipun. Kami minta diprioritaskan sebagai warga terdampak langsung,” kata Andung.

Dia meminta Help Desk segera menyelesaikan persoalan tersebut. “Warga berharap pertemuan ini bukan pertemuan angkringan tanpa ujung pangkal. Harus ada solusi secepatnya,” ujar Andung.

Warga lain, David Yunianto mengatakan warga yang rumahnya sudah dirobohkan dan mengontrak di antaranya warga Pedukuhan Sidorejo dan Bapangan, Desa Glagah. Tadinya mereka menolak bandara, namun akhirnya mau menerima kehadiran bandara.

Supervisor Help Desk AP I Ariyadi Subagyo membenarkan warga Eks WTT mendatanginya. “Kami AP I, juga berharap diskresi bisa secepatnya selesai,” kata Ariyadi.

Soal tanah di lokasi sama namun beda penilaian, kata Ariyadi, disebabkan penolakan warga saat pengukuran. “Akhirnya ukuran dibuat secara bidang dari jauh, itu menjad risiko atas kondisi itu (penolakan),” kata Ariyadi.

Dia berharap persoalan tersebut bisa segera diselesaikan dengan diskresi. Terkait warga yang mengontrak rumah, dia meminta bersabar sampai uang ganti rugi diterima. (tom/iwa/mg1)