SLEMAN – Suasana Balai Desa Sukoharjo, Ngaglik sedikit berbeda dibanding hari biasanya. Ibu-ibu kader PKK, pamong desa, ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat setempat antusias mengikuti sosialisasi tata cara pengurusan santunan kecelakaan dan budaya tertib berlalu lintas yang disampaikan petugas PT Jasa Raharja bersama Ditlantas Polda DIJ.

Salah seorang peserta, Suyitno, menanyakan syarat pengajuan santunan kecelakaan. Dia juga berharap ada penurunan batas usia minimal pemohon surat izin mengemudi (SIM). “Syarat mengajukan klaim santunan apa saja?” tanya Suyitno.

Mendapat pertanyaan tersebut, Humas PT Jasa Raharja DIJ Aryo Wahyadi Kusuma SH menjelaskan, syarat pengajuan klaim santunan kecelakaan cukup mudah. Berupa laporan polisi (LP), identitas diri korban (KTP, KK, atau akta kelahiran bila belum miliki SIM), dan rekam medis. “Kami telah bekerja sama dengan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di DIJ. Sehingga, bila ada korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit maka secara otomatis pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja dan kepolisian. Jika korban bukan laka tunggal maka biaya perawatan akan di-cover oleh Jasa Raharja,” paparnya.

Rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Jasa Raharja, antara lain, RSUP Dr Sardjito, RSUD Wirosaban Jogja, RSUD Morangan Sleman, dan RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kemudian RS PKU Muhammadiyah, RS Hidayatullah, RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan RSA UGM.

Hanya, untuk memudahkan koordinasi dan kecepatan penanganan. Aryo meminta kepada masyarakat atau keluarga korban agar melaporkan peristiwa kecelakaan tersebut kepada kepolisian. Tujuannya agar petugas Jasa Raharja dan kepolisian serta rumah sakit dapat segera berkoordinasi untuk menjamin biaya perawatan.

Sementara itu, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda DIJ AKBP Sulasmi mengingatkan para para orang tua agar tidak mengizinkan putra-putri mereka yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM mengemudikan sepeda motor di jalan raya. “Jika belum punya SIM ya jangan dikasih sepeda motor. Jangan biarkan anak ke sekolah bawa motor sendiri, bahaya ibu-ibu. Relakan waktu sebentar untuk antar jemput anak ke sekolah,” tuturnya.

Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto berterima kasih kepada PT Jasa Raharja dan Ditlantas Polda DIJ. Menurut Subronto, acara tersebut sangat bermanfaat bagi warganya. Mengingat masih banyak warganya yang membolehkan anak-anaknya yang belum memiliki SIM mengemudikan sepeda motor. Padahal mereka belum cukup umur. “Dengan kegiatan ini, perangkat desa, ketua RT, ketua RW dan ibu-ibu PKK jadi tahu bagaimana berkendara di jalan raya dan mengurus santunan kecelakaan,” katanya.(mar/yog/mg1)