PURWOREJO – Kekhawatiran dan kegalauan keluarga dari 37 pekerja migran Indonesia (PMI) yang masih ditahan Imigrasi Malaysia mulai ternetralisir. Perwakilan keluarga yang dikirim PT Dian Yogya Perdana selaku penyedia jasa berhasil meredakan ketegangan yang selama ini ada.

“Seluruh keluarga kami hadirkan di Kantor Dinperinaker (Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja), untuk kami ajak mendengarkan penjelasan perwakilan keluarga yang sudah kembali dari Malaysia yakni Mas Andrean Wahyu Efendi,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinperinaker Purworejo Sujana Selasa (13/2).

Keluarga yang hadir lebih dari 37 orang karena sebagian dari mereka mengajak anggota keluarga yang lain, juga dihadirkan kepala desa asal. Adapun dari peyedia jasa dihadiri Kepala PT Dian Yogya Perdana Cabang Purworejo Tri Marzuningsih.

Dinperinaker meminta Andrean yang merupakan saudara jauh PMI dari Desa Jatimalang Kecamatan Purwodai, Maulida Rismawati menjelaskan secara detail selama di Malaysia. Gagal menemui Maulida di hari pertama kunjungannya, Andrean baru bisa bertatap muka dengan saudaranya pada Jumat (9/2).

“Dari yang dijelaskan Andrean, seluruh keluarga bisa memahami dengan aturan yang ada di Malaysia. Dan keresahan yang ada selama ini, sedikit banyak sudah mulai berkurang. Hanya mereka sangat berharap agar segera ada pembebasan dan bisa bekerja kembali seperti semula,” jelas Sujana.

Perwakilan keluarga juga meminta PT Dian Yogya Perdana bertanggung jawab dan memberikan komitmen agar hak-hak pekerja migran Indonesia diberikan. Mereka beralasan jika adanya permasalahan itu bukanlah bersumber pada pekerja migran.

“Selain itu keluarga juga meminta, jika kemungkinan terburuk terjadi. Pekerja migran harus dipulangkan ke Indonesia, peyedia jasa juga harus bersedia menanggung biaya yang muncul,” kata Sujana.

Dari hasil pertemuan tersebut, Sujana menjelaskan jika Tri Marzuningsih selaku pihak yang memberangkatkan para PMI siap menanggung semuanya. Pihaknya hingga kini juga masih terus mengusahakan agar para pekerja migran segera dibebaskan.

“Hingga saat ini (kemarin) memang kami masih menunggu kabar dari Malaysia tentang hasil pertemuan KBRI dengan Imigrasi Malayasia yang kabarnya akan ada pertemuan. Semoga semua segera ada kejelasan,” harap Sujana. (udi/iwa/mg1)