MUNGKID – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Magelang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2018. Panwaskab meminta Pemkab mencopot sejumlah baliho.

Baliho-baliho tersebut dinilai Panwaskab mencerminkan ketidaknetralan Pemkab dalam Pilkada 2018. Sejumlah baliho tersebut memuat foto bupati dan wakil bupati Magelang 2013-2018.

Baliho bergambar Zaenal Arifin dan Zaenal Arifin tersebut diminta untuk diturunkan. Karena keduanya maju kembali dalam Pilkada 2018.

Setelah dinyatakan sebagai calon kepala daerah, keduanya harus cuti. Pemkab Magelang selanjutnya dipimpin pelaksana tugas (plt) ataupun penjabat bupati.

“Baliho bergambar pasangan calon, dalam waktu satu kali 24 jam harus dilepaskan. Karena mereka sudah ditetapkan dari bakal calon menjadi pasangan calon bupati,” jelas Ketua Panwaskab Magelang Habib Shaleh kemarin.

Bupati dan wakil bupati (wabup) harus mengambil cuti dan posisinya digantikan Plt. Baliho yang berisi program keduanya harus segera dicopot. Jika tidak dicopot, ada pilihan lain, foto bupati dan wakil bupati ditutup.

“Foto calon bupati dan wakil bupati bisa ditutup dengan kain putih,” tegas Habib.

Baliho bergambar bupati petahana tersebut bertebaran di berbagai kecamatan. Rata-rata foto bupati petahana dipasang beserta penjelasan program pemerintah. Pemasangan di lokasi-lokasi strategis seperti jalan-jalan protokol.

“Itu merupakan program kerja dari Bupati Magelang. Maka fotonya harus diganti Plt bupati, bukan bupati yang cuti,” ungkap Habib.

Sesuai aturan, baliho harus diturunkan jika ada foto pasangan calon bupati-wabup. Panwaskab sudah mengirimkan surat ke Setda Pemkab Magelang untuk menurunkan baliho tersebut.

“Surat sudah kami kirim. Jika baliho tetap tidak diturunkan, maka dia (Pemkab) berpihak. Karena memang untuk aparatur sipil negara (ASN) ada instruksi untuk netral dalam Pilkada,” kata Habib.

Sementara itu, pengundian nomor urut pasangan calon berlangsung hingga sore kemarin. Pasangan Zaenal Arifin-Edi Cahyana (Padi) nomor urut satu. Sedangkan Zaenal Arifin-Rohadi Pratoto nomor urut dua.

Komisioner KPU Kabupaten Magelang Wardoyo menyatakan, dasar hukum Pilbup Magelang terdiri dari UU 1/2015, UU 8/2015, UU 10/2016 dan PKPU 1/2017. Tahapan pilbup terdiri dari persiapan dan penyelenggaraan.

Tahap penyelenggaraan terdiri dari pencalonan, masa kampanye, dan laporan dan audit dana kampanye. Syarat dukungan pasangan calon perseorangan (9 November-31 Desember 2018). Pengumuman pendaftaran pasangan calon 1-7 Januari 2018, pendaftaran pasangan calon 8-10 Januari 2018. Adapun untuk penetapan pasangan 12 Februari 2018.

Pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon pada 13 Februari 2018. Masa Kampanye, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye, dan/atau kegiatan lain berlangsung 15 Februari hingga 23 Juni 2018.

Debat publik pasangan calon 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Kampanye melalui media massa, cetak dan elektronik mulai 10-23 Juni 2018. Untuk masa tenang dan pembersihan alat peraga kampanye dimulai 4-26 Juni 2018. (ady/iwa/mg1)