SLEMAN – Setelah kemarin dua pelajar SMP asal Jogja tertangkap petugas Polresta Jogjakarta karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Giliran polisi di wilayah Sleman menangkap seorang pemuda membawa pedang dan empat pelajar membawa badik. Seolah tak ada kapoknya, aksi klithih dan kenakalan remaja masih saja terjadi.

Jajaran Polsek Ngaglik menangkap seorang pemuda bernama Wahid Musyafa, 18, yang membawa sebilah pedang. Pemuda ini ditangkap saat nongkrong di Lapangan Minomartani, Jumat malam (9/2). Awalnya pelaku kumpul dengan rombongan remaja dan berniat untuk tawuran.

“Patroli bersama Polres Sleman. Saat sampai lapangan Minomartani kami melihat ada gerombolan anak-anak. Saat didekati geromnbolan ini justru kabur,” jelas Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi Selasa (13/2).

Petugas langsung mengejar para remaja tersebut ke berbagai sisi. Saat menangkap Wahid inilah Polisi menemukan sebilah pedang sepanjang 50 sentimeter. Senjata tajam tersebut disembunyikan di balik jaketnya. Saat ditanya, gerombolan itu merencanakan tawuran dengan kelompok lain.

Dalam kumpulan tersebut terdiri dari remaja usia pelajar SMP hingga SMA. Ada pula sejumlah pemuda yang merupakan alumni beberapa sekolahan. Wahid sendiri merupakan alumni salah satu sekolah swasta di Jogjakarta.

“Atas kejadian ini dikenakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Kami masih mengumpulkan bukti lainnya. Berdasarkan informasi warga, beberapa sajam ada yang dibuang di sungai timur warung tengkleng,” ujarnya.

Jajarannya terus melakukan patroli malam guna antisipasi. Dia juga meminta orang tua memantau jam bermain anak. Termasuk tidak mengizinkan keluar pada malam hari tanpa pengawasan. “Antisipasi pergaulan yang tidak tepat,” imbaunya.

Sementara itu, Wahid mengaku hanya diajak temannya. Kala itu dia akan berangkat kerja di salah satu warnet. Dia menampik akan ikut tawuran. Hanya, bukti dan pengakuan remaja lainnya tidak bisa dia jawab.

“Pedang itu punya teman saya dan dititipkan ke saya. Saya sembunyikan di jaket saya,” katanya.

Sedangkan Polsek Seyegan, petugas mengamankan empat remaja. Kapolsek Seyegan AKP Masnoto memgungkapkan, dua di antaranya pernah terlibat pencurian. Penangkapan sendiri dilakukan saat patroli pada Sabtu malam (10/2) lalu.

“Empat remaja ini sedang nongkrong, setelah ditanyai dan digeledah ternyata didapati sajam jenis badik yang disimpan di salah satu jok motor,” ujarnya.

Identitas ke empat remaja ini adalah, KP, 16, yang pembawa senjata tajam. Ada pula DF, 17; NIS, 17; dan AS, 17. Seluruhnya tercatat sebagai warga Desa Margodadi, Seyegan.

Masnoto menuturkan, patroli akan diintensifkan. “Menekan kriminalitas dan kejahatan di wilayah hukum Polsek Seyegan. Atas kepemilikan senjata, pelaku tetap diproses hukum dan ditahan di tahanan anak Polres Sleman,” katanya. (dwi/ila/mg1)