BANTUL – Target Bupati Bantul Suharsono menggondol predikat A dalam bidang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) kian mendekati kenyataan. Kendati AKIP pemkab pada 2017 memperoleh predikat BB, skala nilai penghargaan yang diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur di salah satu hotel di Kota Jogja Selasa (13/2) mengalami peningkatan.

Menurut Sekretaris Daerah Bantul Riyantono, predikat BB persis dengan yang diraih pemkab pada tahun sebelumnya. Letak perbedaannya pada skala nilai. Skala nilai AKIP 2016 73,6. Adapun pada 2017 naik menjadi 77,9. Sementara skala nilai predikat A minimal 80.

“Berarti skala nilainya tinggal 2,1 lagi untuk menuju A,” jelas Tony, sapaannya di kantornya.

Bagi Tony, bukan perkara mudah untuk meningkatkan skala nilai ini. Butuh berbagai pembenahan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja. Kendati begitu, pejabat yang tinggal di Banguntaan ini optimistis pemkab tahun dapat sanggup menggondol predikat A. Sebab, ada beberapa langkah taktis yang dipersiapkan untuk mendongkrak kinerja. Di antaranya, penerapan Sistem Elektronik Perencanaan, Penganggaran dan Informasi Kinerja Terintegrasi (Sepak@t). Nah, sistem yang mengadopsi model e-planning dan e-budgeting ini mulai diterapkan untuk pembahasan APBD 2019.

Dengan Sepak@at, Tony meyakini, rangkaian pembahasan APBD tidak hanya lebih terencana. Lebih dari itu, penganggarannya juga jauh terukur. Begitu pula dengan tata administrasinya.

“Semuanya dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” tegasnya. Kelebihan lain Sepak@t adalah seluruh rangkaian pembahasan APBD terpantau. Dengan begitu, bila ada penyimpangan bisa dievaluasi segera.

Bupati Bantul Suharsono meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkab tak berpuas diri. Sebaliknya, raihan ini justru sebagai cambuk motivasi agar dapat meningkatkan kinerja. Toh, peningkatan kinerja demi pelayanan masyarakat.

“Ini capaian kita semua. Seluruh organisasi perangkat daerah, teman-teman ASN di lingkungan pemkab dan stakeholder,” katanya sumringah. (zam/mg1)