BANTUL – Di tengah tren sekaligus gempuran pusat perbelanjaan modern pemkab berkomitmen meningkatkan mutu pasar rakyat. Itu ditandai dengan perbaikan infrastruktur pasar rakyat. Bahkan, perbaikan ini rutin dianggarkan. Seperti pada 2017 lalu, ada empat pasar. Salah satunya Pasar Semampir.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Subiyanta Hadi mengungkapkan, pasar rakyat yang terletak di Dusun Semampir, Argorejo, Sedayu ini diperbaiki total. Menelan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar.

“Perbaikannya tahun lalu. Mulai awal tahun ini bisa digunakan,” jelas Subiyanta di sela peresmian Pasar Semampir Rabu (14/2).

Meski total, konsep bangunan Pasar Semampir tak meninggalkan desain tradisional. Lapak-lapak pedagang terbagi di kios dan los. Subiyanta menyebutkan, ada sebelas kios dan sepuluh los di Pasar Semampir. “Mampu menampung sekitar 150 pedagang,” jelasnya.

Kendati lekat dengan konsep tradisional, Subiyanta menggaransi konsumen bakal merasa nyaman. Sebab, berbagai sarana seperti mandi cuci kakus dan tempat pembuangan sampah tersedia. Juga, sarana lain seperti ruang pertemuan hingga musala.

“Kesannya sekarang bersih dan sehat,” ucapnya.

Tiga pasar lain yang dipugar pada 2017 adalah Pasar Panasan, Pasar Hewan Pleret, dan Pasar Janten. Subiyanta menekankan, hanya Pasar Janten yang anggarannya dicakup dengan dana alokasi khusus (DAK). Nilainya sekitar Rp 930 juta. Ketiga pasar lainnya menggunakan APBD.
“Pasar Panasan sekitar Rp 1 miliar, Pasar Hewan Pleret Rp 860 juta, dan Pasar Semampir Rp 3,8 miliar,” sebutnya.

Kendati sudah banyak memperbaiki infrastruktur pasar rakyat, Subiyanta menegaskan, pemkab tetap kontinyu menganggarkan. Bahkan, Disdag Bantul menargetkan perbaikan tujuh pasar rakyat pada tahun ini. Di antaranya, Pasar Gumulan, Pasar Mangiran, dan Pasar Jodog.

“Bangunan Pasar Mangiran sudah banyak yang rusak,” ujar Subiyanta menyebut salah satu pertimbangan perbaikan.

Terkait kebijakan pemkab yang rutin menganggarkan perbaikan setiap tahunnya, Bupati Bantul Suharsono membenarkan. Itu dilakukan karena tidak sedikit pedagang yang menggantungkan perekonomian dengan berjualan di pasar rakyat. “Total ada sekitar 12 ribu pedagang. Tersebar di 34 pasar,” sebutnya.

Agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, Suharsono berpesan pengelola sekaligus pedagang menjaga kebersihan pasar.”Pedagang juga harus ramah,” pesannya.

Kasmi, 40, seorang pedagang di Pasar Semampir mengakui pembangunan infrastruktur pasar membawa dampak positif. Omzet penjual pedagang tempe dan kelapa ini meningkat cukup signifikan. Menyusul tingginya pembeli. “Dulu per hari dapat Rp 100 ribu. Sekarang sekitar Rp 150 ribu per hari,” tutur pedagang asal Dusun Pedes, Argomulyo, Sedayu ini. (zam/ila/mg1)