KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulonprogo telah menetapkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilu 2019. Tahap berikutnya, akan membentuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan bertugas sebagai ujung tombak pelaksanaan pemilu di tingkat desa.

PPK terpilih untuk Pemilu 2019 sudah diumumkan. Satu kecamatan terdiri dari tiga orang. Sehingga total ada 36 PPK. Proses seleksi sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala. Rata-rata pendaftar usia produktif berkisar antara 25 tahun – 50 tahun. “Kuota keterwakilan perempuan juga terpenuhi. Bahkan lebih dari 30 persen,” kata Ketua KPU Kabupaten Kulonproto M Isnaini Jumat (16/2).

Dijelaskan, proses seleksi PPK dimulai 25 – 31 Januari dengan proses pendaftaran dan jumlah berkas pendaftaran yang masuk ada 253 orang. Dari jumlah itu 249 di antaranya dinyatakan lolos administrasi. Kemudian dilanjutkan tes tertulis 7 Februari 2018, dari total peserta yang lolos adminsitrasi ada yang tidak hadir 22 orang.

Dalam tes tertulis ini dipilih enam orang nilai tertinggi dari masing-masing kecamatan. Mereka yang lolos mengikuti seleksi wawancara dan praktik komputer yang dilaksanakan 12-13 Februari. Tes wawancara ini diikuti 72 dan ada yang tidak hadir dua orang. Tes wawancara ini untuk menentukan tiga orang PPK terpilih yang akan bertugas dari masing-masing kecamatan.

Menurutnya, calon PPK nantinya akan dilantik di Aula Adikarto, Gedung Kaca, Kompleks Pemkab Kulonprogo 9 Maret mendatang.”Dengan telah terpilih dan ditetapkan PPK Pemilu 2019, harapannya akan meringankan tugas KPUD Kulonprogo dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 di tingkat kecamatan,” tambahnya.

Komisioner KPU Kabupaten Kulonprogo Tri Mulatsih menambahkan, tes tertulis calon PPS digelar 20 Februari di 12 kantor kecamatan. Kendala yang dihadapi adalah tingkat partisipasi atau minat masyarakat menjadi PPS masih sangat rendah, kendati ada perubahan minimal usia calon PPS turun dari 25 tahun menjadi 17 tahun. (tom/din/mg1)