SLEMAN – Pemerintah menggandeng UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) dalam pembangunan proyek terowongan double track pertama di Indonesia, Terowongan Notog BH 1440, yang merupakan proyek terpanjang di negeri ini dengan 471 meter. Pembangunan terowongan ini berlokasi di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan kuliah umum dengan tema Pengembangan Industri dan Jasa Maritim Indonesia untuk Mewujudkan Visi Poros Maritim Dunia di Auditorium UPNVY, Kampus Condongcatur, beberapa waktu lalu.

“UPN ikut jadi vendor, tetapi mendapat tugas bagian apa saya belum tahu, yang jelas ikut,” ujar Luhut di depan 2.000 mahasiswa dan dosen UPNVY.

Dosen Fakultas Teknologi Mineral yang juga ahli bidang mekanika batuan Dr Ir Singgih Saptono MT mengatakan, UPNVY terlibat pembangunan proyek terowongan double track kereta api Notog sejak awal 2017, terowongan Jalan Tol Cisandawu sejak pertengahan 2017, dan proyek terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung sejak November 2017. Dalam pembangunan ini ia melibatkan tim riset dari UPNVY yang terdiri atas mahasiswa Teknik Pertambangan tingkat sarjana dan magister.

“Mahasiswa Teknik Pertambangan baik S1 dan S2 ada mata kuliah geomekanika. Jadi mereka bisa terlibat dalam riset ini,” ungkap Singgih di Rektorat UPNVY.

Pihaknya menjelaskan, dalam pembangunan ini metode yang digunakan adalah metode New Austrian Tunnel Method (NATM). Metode ini diterapkan pada batuan setengah keras yaitu di Notog dan batuan sangat lemah di Cisumdawu.

“Terowongan Notog adalah terowongan kereta api pertama yang dibuat oleh putra putri bangsa Indonesia secara full mechanic. Sementara Cisumdawu merupakan hasil transfers of knowledge dan teknologi dari Tiongkok ke Indonesia,” katanya.

Terowongan Notog ini merupakan salah satu jalur transportasi kereta api yang menghubungkan Cilacap dan Purwokerto. Terowongan Notog BH 1440 lama dibangun pada tahun 1914-1915 oleh perusahaan Kereta Api Hindia Belanda, Staats Spoorwegen (SS). Awalnya merupakan terowongan single track lengkung, yakni jalur berbelok dengan panjang 260 meter menembus bukit Gamping di Desa Notog.

Sedangkan terowongan Notog baru yang saat ini dibangun berada di sisi selatan terowongan lama yang berjarak sekitar 200 meter. Direncanakan terowongan yang memiliki diameter 9,3 meter ini akan selesai pada Desember 2018. (ita/laz/mg1)