SLEMAN-Festival Minum Jamu menjadi salah satu upaya mengajak masyarakat untuk melestarikan jamu. Upaya ini ternyata mendapat respons positif. Terbukti acara yang digelar di pelataran Plaza Ngasem dibanjiri pengunjung Sabtu (17/2). Tidak hanya warga dan wisatawan nusantara, terlihat pula beberapa wisatawan mancanegara. Mereka ikut mencicipi minuman tradisional ini.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menilai, jamu bukan sekadar minuman. Di dalamnya terdapat ramuan herbal warisan nenek moyang. Dengan memanfaatkan tumbuhan herbal menjadi minuman, jamu sangat bermanfaat bagi tubuh.”Mau jamu pahit atau manis, jamu merupakan warisan nenek moyang yang benar-benar sangat bermanfaat untuk kesehatan,” katanya.

Perkembangan jaman turut berpengaruh pada minat minum jamu. Dia juga mengakui tidak semua generasi muda doyan minum jamu. Salah satu alasannya adalah rasa yang pahit. Padahal dari rasa pahit ini tersimpan khasiat yang mujarab.

Karena itu, Gusti Bendara mengajak agar generasi muda melestarikan jamu. Salah satunya dengan mengemas menjadi minuman kekinian. Kraton sebagai lembaga budaya, lanjutnya, akan tetap melestarikan budaya minum jamu.

Dia meminta agar penjual jamu tradisional berinovasi. Namun harus tetap mempertahankan resep lawas, meskipun dengan strategi penjualan yang baru. Baik itu dalam wujud kemasan atau cara berpromisi. Seperti mencantumkan manfaat jamu dalam kertas label.”Jika kombinasi ini berjalan pasti jamu tetap lestari. Kalau saya minum jamu dikombinasikan dengan jus jeruk agar lebih segar,” ujarnya.

Dalam festival ini sekitar 55 produsen jamu bergabung. Setidaknya ada 18 jenis jamu yang disajikan bagi pengunjung yang hadir. Panitia menyediakan 2.500 gelas jamu yang bia diminum pengunjung.

Festival ini semakin lengkap dengan hadirnya mbak jamu zaman now Mikha Tambayong. Dara cantik yang menjadi brand ambassador Tolak Linu PT. Sido Muncul ini mengaku senang minum jamu. Bahkan dalam kesempatan ini dirinya turut meracik beras kencur dan gula asem. “Biasanya kalau badan pegal-pegal langsung minum jamu, paginya badan seger,” katanya.

Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat memiliki impian jamu kembali berjaya. Sebab, khasiat resep herbal ini telah terbukti. Mulai dari penyakit ringan demam, flu, masuk angina bisa disembuhkan dengan jamu.

Menurutnya minum jamu bukanlah tradisi kuno. Terbukti saat ini jamu hadir dengan kemasan yang lebih modern. Dia juga mengapresiasi Karaton Jogjakarta yang konsisten melestarikan jamu. “Komitmen seperti ini harus diapresiasi dan dijaga. Karaton tetap konsisten menjaga jamu sebagai salah satu minuman wajib di istana. Bukti bahwa manfaat jamu benar-benar terbukti. Sehingga bisa menginspirasi warga lainnya,” katanya. (dwi/din/mg1)