Pertanyaan:

Salam kenal Dok, saya Erna. Saya ingin menanyakan menganai jantung bocor yang dialami anak. Apakah itu sebenarnya? Berbahayakah bagi anak?

Erna, Banguntapan, Bantul.

Jawaban:

Proses terjadinya penyakit jantung bawaan (PJB) biasanya terjadi pada saat kehamilan dan penyebabnya sampai saat ini belum diketahui. Ada beberapa faktor risiko terjadinya PJB yaitu ibu hamil perokok, pemakai narkoba, pengguna alkohol, pengguna kontrasepsi, saat hamil terinfeksi virus misalnya Rubella, infeksi toxoplasma, lahir prematur, lahir tidak langsung menangis dan sebagainya. Angka kejadiannya sekitar 1 persen dari seluruh kelahiran selama setahun.

PJB dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu biru (sianosis) dan tidak biru (non sianosis), yang biru umumnya kompleks. Yang termasuk penyakit Jantung bawaan tidak biru adalah defeks septum ventrikel (DSV) atau ventricular septal defect (VSD), defeks septum atrium (DSA) atau atrial septal defect (ASD), duktus arteriosus paten (DAP) atau patent ductus arteriosus (PDA) dan pulmonary stenosis (PS). Sedang yang termasuk penyakit jantung bawaan biru adalah Tetralogy of Fallot (ToF), pulmonary atresia, Transposition of the Great Arteria (TGA) dan sebagainya.

Pada prinsipnya jantung adalah organ yang memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sehingga gejala yang muncul merupakan refleksi dari kelaian yang terjadi. Misalnya adanya kebocoran antara bilik kanan dan bilik kiri,sehingga akibat setiap bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Sebagian darah bocor mengalir ke bilik kanan dan darah yang ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya jantung mengkompensasi dengan kerja cepat.

Kerja jantung yang cepat membutuhkan energi dan oksigen yang banyak. Gejala yang timbul akibat kompensasi jantung tersebut anak tampak kelelahan/ mudah lelah, terlihat pucat,tampak nafasnya cepat, pada bayi netek sebentar sebentar berhenti karena kelelahan, banyak keringat, berat badan sulit naik, sering batuk atau infeksi saluran nafas bawah berulang.

Pada PJB biru karena darah yang keseluruh tubuh kurang mengandung oksigen sehingga anak tampak bibirnya biru/tampak lebih gelap dibanding anak lain, bila aktifitas sebentar sebentar istirahat dan jongkok pada saat itu bibirnya tampak lebih biru/ gelap.

Pertumbuhannya biasanya terganggu sehingga sering orang tua datang karena masalah berat badan yang sulit bertambah. Bila bapak ibu mendapati salah satu gejala seperti tersebut di atas bisa dikonsultasikan ke dokter meskipun tidak semua PJB bergejala demikian atau malah sebaliknya ada PJB yang pada masa anak-anak tidak ada gejala sama sekali sehingga gejala timbul setelah menginjak dewasa.