JOGJA – Permainan musik Erhu yang mulai jarang dimainkan, menjadi salah satu penampilan spesial dalam perayaan Tahun Baru Tiongkok atau Imlek 2565 yang digelar pengusaha Benyamin Fendy Sanjaya Jumat malam (16/2).

Alat musik gesek tradisional Tiongkok tersebut sudah tidak banyak yang memainkan. Salah satu orang diIndonesiayang fasih memainkan adalah Budi Christianto. Budi mengaku sudah belajar memainkan Erhu sejak usia 10 tahun dari kakeknya. Bahkan sempat belajar ke Tiongkok. Ketrampilannya tersebut sudah diwariskan pada puteranya. “Anak saya dapat beasiswa belajar Erhu ke Sanghai,” ujarnya.

Pria 65 tahun itu mengisahkan pada era Orde Baru bukan perkara yang mudah untuk memainkan. Bahkan hanya untuk sekedar belajar erhu. Tapi pada masa kepemimpinan Presiden Abdurachman Wahid (Gus Dur) ketika perayaan Imlek diperbolehkan dirayakan, dia mulai berani memainkan di depan umum. “Dulu mainnya hanya di dalam rumah, itupun rumah harus tertutup dan tidak terdengar sampai keluar rumah,” ungkapnya.

Selain sulit, minimnya anak muda yang belajar erhu juga karena kerumitan alat musik tersebut. Budi menjelaskan erhu terdiri dari tiga bagian, yang pertama bagian leher terbuat dari kayu yang terdapat dua senar. Sedang di bagian kedua biasanya terbuat dari kulit kuda. Tetapi bisa juga menggunakan kulit ular, biasanya yang digunakan adalah kulit ular piton. Untuk bagian ketiga adalah alat gesek. Alat gesek ini menggunakan ekor kuda sebagai bagian utamanya. “Ini yang digunakan untuk menggesek dua buah senar yang ada di Erhu,” terangnya.

Fendy sengaja mendatangkan budaya-budaya Tionghoa yang sudah lama tidak ditampilkan, supaya semua masyarakat bisa mengenal. Selain erhu juga ditampilkan barongasi, lagu mandarin,tari seribu tangan hingga pembagian angpao. “Untuk memperkenalkan budayaIndonesiaitu beragam, tidak hanya satu,” ujarnya.

Menurut dia, momen Imlek bagi masyarakat Tionghoa tak ubahnya seperti Lebaran atauNatalyang mampu mengumpulkan keluarga dan handai taulan yang selama setahun terakhir jarang bertemu. Semakin banyak keluarga dan teman yang kumpul semakin baik. “Ini momen silaturahmi, wakntunya bertemu, mengobrol dan menyatukan harapan untuk hal yang baik di tahun yang baru ini,” ungkapnya. (pra/din/mg1)